Telabang Talk Show, Rektor UPR Hadiri Dialog Bersama Gubernur dan Forkompinda Kalteng

FOTO : Rektor UPR Dr Andrie Elia Embang SE MSi, saat menjadi narasumber dalam Telabang Talks Show, yang diprakarsai POLDA Kalteng, Kamis (2/7/2020).

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia Embang SE MSi menghadiri webinar Telabang Talk Show Multi Stakeholder, dalam menanggulangi pandemi COVID-19 dan Palangka Raya dalam PSBB II, yang diprakarsai oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Kalteng, melalui sambungan virtual, Kamis (2/7/2020) siang tadi.

Kegiatan talk show melalui virtual ini, mengambil tema ‘Lewu Isen Mulang – Kalimantan Tengah’, dengan menghadirkan narasumber Kapolda Kalimantan Tengah
Irjen. Pol Dr. Dedi Prasetya, M.Hum., M.Si., M.M, Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran, Komandan Korem 102/Pjg Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, serta Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah sekaligus Rektor UPR Dr Andrie Elia Embang SE MSi.

Dalam kesempatan ini, Rektor UPR Dr Andrie Elia Embang SE MSi menyampaikan ucapan selamat HUT Bhayangkara Ke 74 Tahun, kepada seluruh jajaran POLRI, dimana pada tanggal 1 Juli 2020 kemarin, baru saja merayakan hari jadinya.

Adapun paparan yang disampaikan Rektor UPR, Dr Andrie Elia, ialah berkenaan dengan Pelayanan Publik dan Komitmen Kampus dalam pencegahan COVID-19. Terkait pola pembelajaran pendidikan di tahun ajaran 2020/2021 di lingkungan UPR.

Dirinya juga menerangkan dan berharap, jangan sampai, kampus menjadi klaster baru penyebaran pandemi COVID-19. Tahun Akademik tetap berjalan, sesuai kalender akademik yang ada.

“Pada prinsipnya, penyelenggaran pendidikan, kami menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, tenaga pendidik (tendik) harus menjadi perhatian utama,” Kata Rektor UPR Dr Andrie Elia.

Selanjutnya, pembelajaran tetap berlangsung, dengan mengutamakan sambungan virtual atau dalam jaringan (daring) yang akan dilakukan hingga akhir semester. Untuk selanjutnya, tetap menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19).

Lebih dalam, Andrie Elia juga menjelaskan, adapun langkah-langkah persiapan yang sedang dilakukan oleh pihaknya, yakni diantaranya dengan memastikan pelaksanaan pembelajaran melalui daring.

Yaitu, memastikan kehandalan Learning Manajemen System (LMS) dengan koneksi/akses internet, serta dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa, bisa menggunakan LMS. Begitu pula, untuk metode pembelajaran yang akan dilakukan (langsung, tidak langsung atau pada tempat tertentu) serta adanya Assesmen dan evaluasi (kualitas).

Langkah-langkah persiapan, kembali dijelaskannya, yakni melakukan berbagai perbaikan dan penguatan infrastruktur jaringan dan koneksi internet, koordinasi dengan Kementerian Kominfo dan internet providers.

Penyegaran dosen dan tenaga pendidik, untuk penggunaan teknologi pembelajaran, pelatihan daring tentang pembelajaran daring itu sendiri, meliputi perencanaan, penggunaan LMS, delivery dan penggunaan teknologi serta asesmen.

Persiapan dan perbaikan modul pembelajaran, RPKPS pembelajaran daring, pembelajaran daring tidak harus dari kampus sendiri, melainkan bisa pula melakukan kolaborasi antar perguruan tinggi.

“Yang tidak kalah pentingnya, dalam implementasinya nanti, prinsip kehati-hatian juga menjadi hal utama dan sangat penting,” Bebernya.

Sambung Ketua Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gajah Mada (Pengda KAGAMA) Kalimantan Tengah ini juga menyebutkan, ‘3 (tiga) C’ yang harus dihindari, yakni
Closed spaces atau ruang tertutup.

Crowded places atau tempat kerumunan, serta Close contact situation atau situasi berdekatan. Hal lainnya, semua peralatan yang digunakan bersama, harus didisinfeksi, setelah dipakai oleh setiap pengguna.

Selain itu, Andrie Elia juga kembali menyampaikan beberapa langkah persiapan pembukaan layanan laboratorium atau studio, serta tata cara penggunaan laboratorium.

“Yang pasti, saya selaku Rektor UPR, beserta para unsur pimpinan, terus mengupayakan beberapa langkah yang terbaik, untuk penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus ini, di tengah pandemi COVID-19 yang sedang mewabah, dengan cara terukur serta beberapa pertimbangan terbaik,” Tukasnya.

Semoga saja, Timpal Ketua DAD Kalteng ini, kita bisa melalui masa pandemi COVID-19 ini, dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan bersama, demi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan kompetensi.

Disisi lain, melalui paparannya, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr Dedi Prasetya MHum MSi MM menjelaskan beberapa hal, terkait Mampendeng Lewu Isen Mulang. Kepolisian Negara Republik Indonesia, menjadi salah satu institusi yang memiliki peran penting, terhadap upaya pencegahan dan penyebaran
COVID-19.

Lebih lanjut, Perwira Tinggi Berpangkat Bintang Dua dipundaknya ini menyebutkan, menjelang Tatanan Kehidupan Baru atau New Normal, para personel Korps Bhayangkara, dituntut untuk dapat mensosialisasikan, serta mengedukasi masyarakat, dalam mengimplementasikan protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku.

Irjen Pol Dr Dedi Prasetya juga mengutarakan, dampak buruk pandemi yang menyasar sektor ekonomi dan pangan pun, menjadi perhatian Korps Bhayangkara, terutama Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.

“Sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, akan membentuk Kampung Pantang Mundur (Mampedeng Lewu Isen Mulang),” Jelasnya.

Program ini, diharapkan dapat menanggulangi permasalahan yang timbul di masyarakat. Bukan hanya permasalahan penyebaran COVID-19 saja, namun diharapkan juga bisa menjadi sarana atau pemecahan masalah kebakaran hutan dan lahan.

Serta, sarana partisipasi masyarakat, dalam pembangunan di berbagai sektor, terutama pada fokus infrastruktur, bidang pertanian secara luas, sehingga menimbulkan ketahanan pangan kuat di Kalimantan Tengah.

Ungkap Irjen Pol Dr Dedi Prasetya, Lewu Isen Mulang, adalah sebuah upaya kolaborati, dengan stakeholder berupa gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah karhutla, sebagai lumbung pangan ketahanan pangan dan mencegah penyebaran COVID-19.

“Program ini menitik beratkan, kepada keterlibatan elemen masyarakat yang aktif, baik secara personal ataupun kelompok di Desa. Pada segmen ini membahas tentang latar belakang pembentukan Lewu Isen Mulang (Kampung Pantang Mundur) Tujuan, serta sasaran yang ingin dicapai,” Terangnya.

Sementara itu pada hari yang sama, ditempat terpisah, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyampaikan, langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng, dalam penanganan COVID-19. Dimulai dari penetapan status siaga darurat pada 17 Maret 2020 lalu, yang dinaikkan ke status tanggap darurat pada 17 April 2020 kemarin.

Diikuti dengan refokusing dan realokasi dana APBD untuk difokuskan pada penanganan COVID-19 sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

“Saya selaku Gubernur dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kalteng, berkomitmen untuk menyelesaikan ini (penanganan COVID-19) dari segi pendanaan dan bantuan yang sedang berjalan. Namun semua kembali kepada kesadaran masyarakat yang harus punya disiplin tinggi, dalam menerapkan protokol kesehatan,” Kata Gubernur.

Hingga saat ini, Gugus Tugas juga terus berkomitmen, untuk melakukan penanganan melalui sosialisasi dan edukasi, siaran keliling lebih masif lagi, pemasangan poster pada tempat-tempat strategis, penyebaran brosur dan leaflet, sosialisasi melalui media cetak lokal secara kontinyu, media online lokal, untuk menyampaikan informasi bahayanya COVID-19.

Serta, pentingnya protokol kesehatan. Upaya mitigasi, penyemprotan desinfektan, tes rapid massal dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran masyarakat sendiri. Gubernur juga menegaskan aturan yang sudah detail disusun dari atas, implementasinya di lapangan harus sinkron.

“Jangan ragu menerapkan aturan, harus sungguh-sungguh. Menertibkan masyarakat memerlukan ketegasan. Libatkan tokoh adat, tokoh agama untuk memutus mata rantai penularan dibantu/ didukung oleh Polri dan TNI,” tegasnya.

Untuk sekedar diketahui, dalam kegiatan talk show ini, turut hadir Kapolres, Rektor IAIN, Rektor IAHN-TP, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 se Kalteng, serta beberapa organisasi kemasyarakatan dan organisasi Pemuda.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng Darliansjah, Kepala Dinas Kesehatan dr. Suyuti Syamsul, Direktur RSUD dr. Yayu Indriaty, Plt. Kepala Dinas Sosial Rian Tangkudung, dan Plt. Kadis KominfoSantik Provinsi Kalteng Agus Siswadi. Kegiatan dipandu oleh moderator Novita Chandra Wijaya. (YS/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: