Pemerintah Kalteng Dorong Kreatifitas Peneliti Belia

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Selain memiliki karakter dan kepribadian yang kuat, pendidikan juga memiliki tujuan untuk mengembangkan diri anak didik, agar memiliki konsep intelektual, konsep kepribadian dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki konsep kreatifitas dan solusi atas suatu permasalahan, yaitu pemikiran problem solving.

Untuk mendorong ketiga hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) Dr H Slamet Winaryo MSi menyampaikan, dalam rangka mengasah pola pikir anak agar kritis, maka ada beberapa hal yang harus ditempuh, baik itu melalui kegiatan intrakurikuler, maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Dimana, salah satu kegiatan yang dilakukan melalui para guru-guru pembimbingnya, yaitu melakukan berbagai kegiatan penelitian yang bersifat sederhana, yang dikembangkan dalam bentuk karya ilmiah, yaitu dalam bentuk peneliti belia. Saat ini, Bapak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, sangat konsen mendorong percepatan hal itu.

Slamet juga mengatakan, bapak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Disdik Kalteng dengan berbagai programnya, mendorong agar anak didik, dapat memiliki kreatifitas, punya daya saing dan pantang menyerah.

“Untuk menjawab tantangan itu, maka kami memiliki berbagai program, berkenaan pengembangan karakter kreatifitas dan daya pikir anak didik, maka kami pun mendorong anak didik melalui berbagai penelitian sederhana. Sementara, untuk olah hati, olah rasa karsa dan olah raga juga tetap kita dorong,” kata Slamet, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/08) kemarin.

Lanjut pria berkacamata ini, bekenaan dengan penelitian, itu arahnya kepada olah pikir anak didik. Dimana tujuannya, mengasah otak anak didik, sehingga anak-anak didik memiliki ‘criticical thingking’.

“Seperti penelitian yang dilakukan oleh ketiga orang siswa SMAN 2 Palangka Raya, tentang Bajakah Tunggal, yang dapat digunakan untuk obat kanker payudara, itu merupakan salah satu bentuk olah pikir anak didik, melalui penelitian yang dilakukannya, bersama-sama dengan guru pembimbing,” terangnya

Ditambahkan Slamet, sebenarnya masih banyak karya penelitian anak-anak didik, yang telah berhasil menerima penghargaan, baik itu penghargaan di tingkat nasional, maupun penghargaan tingkat internasional.

Namun, berhubung yang saat ini sedang viral, adalah Bajakah Tunggal, untuk pengobatan kanker payudara, maka karya anak-anak didik inilah, yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

Beberapa penelitian lainnya, yang diikutsertakan, ke sejumlah even-even penelitian, baik di tingkat nasional, maupun di tingkat internasional, seperti ke Thailand, Malaysia dan Korea. Itu, sangat banyak sekali sebenarnya, dan itu ada juga yang juara.

Selain ketiga siswa peneliti Bajakah Tunggal ini, sebenarnya adapula yang mendapat juara emas, yaitu penelitian dalam bidang kesehatan, yang meneliti obat nyamuk berbahan tanam-tanaman Kalteng.

“Tentunya, dalam pencapaian prestasi tersebut, kami juga berterima kasih, kepada para guru dan orang tua, yang telah mendukung penuh anak-anaknya, untuk bisa mengembangkan diri, melalui berbagai hasil penelitiannya.” ujarnya menambahkan.

Harapan kedepan, melalui pendidikan yang baik, mampu memunculkan sejumlah peneliti-peneliti belia, yang dapat membawa nama harum sekolah, nama harum Indonesia, terlebih khusus nama harum Kalteng, di kancah nasional dan internasional.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: