Terjadi Kebocoran PAD Milyaran Rupiah, RSJS Harapkan Kerjasama Dengan PBS Bisa Terlaksana

Foto : Direktur RSJS Buntok, dr. Norman Wahyu.

Beritakalteng.com, BUNTOK – RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok berharap agar semua Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Selatan, bisa menjalin kerjasama dengan pihaknya.

Harapan tersebut disampaikan oleh Direktur RSJS, dr. Norman Wahyu saat ditemui oleh awak media di Kantornya, Rabu (8/6/2022).

Menurut dia, selama ini daerah bersemboyan Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu mengalami kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga milyaran rupiah setiap tahunnya, diakibatkan banyaknya PBS yang beroperasi di wilayah tersebut menjalin kerjasama dengan RS yang berada di daerah lain di luar Barsel.

“Coba bayangkan saja kalau sekali Medical Check Up (MCU) setiap Perusahaan mengirimkan setidaknya 500 orang karyawan, dikalikan Rp750 ribu per orang sekali MCU yang dilaksanakan per enam bulan sekali, berapa milyar rupiah kita bisa dapat per tahunnya,” ucapnya.

“Itu belum lagi pendapatan kalau kita juga bisa menjalin kerjasama dengan PBS dalam hal perawatan karyawan mereka yang sakit. Bisa bangun apa saja kita di RSJS ini,” sambung Wahyu.

Meskipun diakui oleh Wahyu lagi, memang selama ini PBS lebih memilih bekerjasama dengan RS yang ada di daerah lain seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dikarenakan fasilitas yang mereka miliki lebih baik dan lebih lengkap.

Namun saat ini, tegas Wahyu, RSJS sudah dalam kondisi siap melaksanakan kerjasama dengan semua PBS yang ada, dikarenakan selain empat spesialis besar, yakni bedah dalam, anak, kandungan, mata, patoli klinik, kini di RSJS juga telah melakukan penambahan beberapa fasilitas baru dan beberapa spesialis seperti jantung, paru, kulit dan kelamin, serta THT.

“Kita harapkan semua masyarakat Barsel umumnya dan khususnya PBS yang ada di Barsel tidak perlu lagi jauh-jauh ke daerah lain jika memang tidak perlu harus dirujuk,” tukasnya.

“Dan juga kita akan membenahi semua fasilitas kita yang ada ini, agar nantinya semua perusahaan – perusahaan yang ada bisa bekerjasama dengan kita,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Barsel, Hermanes juga telah berencana akan melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan – perusahaan yang berinvestasi di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini.

Dengan tujuan berkoordinasi untuk mendorong pihak perusahaan nantinya bisa membangun kerjasama melakukan MCU atau pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi karyawannya di RSJS Buntok.

“Koordinasi ini penting dilakukan dalam upaya meningkatkan PAD bagi Barsel melalui pemeriksaan kesehatan karyawan perusahaan,” pungkas dia.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: