Tahun 2021, Produksi Padi di Kalteng Menurun 16,76 Persen Jika Dibandingkan Tahun 2020

FOTO : Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro (ist)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat, berdasarkan hasil Survei KSA, realisasi panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2021 di Kalteng sebesar 125,87 ribu hektar, atau mengalami penurunan sekitar 17,41 ribu hektar (12,15 persen) dibandingkan 2020 yang mencapai 143,28 ribu hektar.

Seperti yang disampaikan kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan, pada 2021, puncak panen terjadi pada bulan Agustus, yaitu mencapai 30,01 ribu hektar. Puncak panen padi yang terjadi pada bulan Agustus 2021 relatif sama dengan puncak panen padi ditahun 2020,” kata Eko, Rabu (2/03/2021).

Sementara itu, luas panen padi pada Januari tahun 2022 lanjut Eko, mencapai 0,99 ribu hektar, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 44,64 ribu hektar.

Dengan demikian, total luas panen padi pada Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 45,63 ribu hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 3,41 ribu hektar (8,08 persen) dibandingkan luas panen padi pada 2021 mencapai sekitar 125,87 ribu hektar, mengalami penurunan sebanyak 17,41 ribu hektar atau 12,15 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 143,28 ribu hektar.

Sementara itu, tercatat bahwa produksi padi pada 2021 yaitu sebesar 381,19 ribu ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 76,76 ribu ton GKG atau 16,76 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 457,95 ribu ton GKG.

“Produksi beras pada 2021 untuk konsumsi pangan penduduk
mencapai 226,43 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 45,60 ribu ton atau 16,76 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 272,03 ribu ton,” tutupnya.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: