Upaya Dinkes Kalteng Dalam Penanganan Karhutla 2019

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Tim terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan konfresensi pers, berkenaan beberapa penanganan karhutla yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.

Release yang disampaikan kali ini, terutama beberapa langkah yang dilakukan dalam bidang Kesehatan dan Pendidikan. Kegiatan dipandu oleh Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Kalteng Ir Herson B Aden MSi. Dan sebagai narasumber, diantaranya adalah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng dr Suyuti Syamsul.

Kepala RSUD Doris Sylvanus dr Yayu Indriaty Sp KGA dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Dr H Slamet Winaryo MPd. Kegiatan bertempat di ruang Media Center Pos Kamando Penanganan Tanggap Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kalteng 2g019, di Kantor Gubernur Kalteng Lantai 2, Jumat (20/09) pagi ini.

Berkenaan dengan kondisi Kesehatan, Kepala Dinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul menyampaikan, penderita ISPA pada minggu ke 37 ada sebanyak 3.394 orang, mengalami kenaikan 495 orang, dari minggu ke 36 sebanyak yaitu ada sebanyak 2.899 orang.

Suyuti juga mengatakan, dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terpapar kabut asap, Kepala Dinkes di kabupaten kota, bertindak menjadi komandan ‘cluster kesehatan’, di masing-masing kabupaten kota se Kalteng.

“Kemudian, untuk laporan berkenaan dengan penanganan kesehatan, dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten kota hingga provinsi se Kalteng. Jadi, kita sudah melakukan koordinasi dari level bawah hingga provinsi,” kata Suyuti.

Lebih lanjut,  Suyuti juga menjelaskan, langkah-langkah yang sudah dilakukan, dalam penanggulangan bencana Karhutla dibidang kesehatan,  hingga tanggal 20 September 2019, sampai dengan pukul 00.00 WIB, diantaranya adalah penguatan jejaring layanan kesehatan, antara Dinkes kabupaten kota hingga provinsi, Rumah Sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Terlebih khusus, di daerah-daerah terdampak kabut asap, dengan tingkat kualitas udara berbahaya, seperti di Kota Palangka Raya dan Sampit serta beberapa daerah sekitarnya.

Saat ini, upaya yang sudah dilakukan, yakni pihaknya telah menginstruksikan puskesmas yang ada di daerah tersebut, untuk menyediakan ruang oksigen, bagi masyarakat yang terpapar kabut asap.

“Kemudian, Pengaktifan Posko Pelayanan Kesehatan di Pusdalops BPBPK. Serta, pembentukan Emergency Mobile Team (EMT), yang memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas lapangan dan penduduk sekitar yang terdampak. Total warga masyarakat yang telah dilayani melalui EMT, sejak bulan Agustus sampai saat ini berjumlah 400 orang,” Imbuh Suyuti.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya juga telah mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC), tim penanganan bencana di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta se Kalteng. Serta, mengaktifkan pos pelayanan lini satu, diseluruh Puskesmas se Kalteng.

Selain itu, Ia juga merinci ketersedian ruang sehat dengan oksigen, yangmana saat ini ruang sehat dengan oksigen ada 194 tempat se Kalteng. Dengan rincian, puskemas ada 159 tempat, Rumah Sakit ada 20 tempat, serta ruang-ruangan lainnya, yang memungkinkan ada sebanyak 15 tempat.

Adapula 3 (tiga) tempat ruang sehat, yang menyediakan tempat khusus untuk anak balita. Sekedari untuk diketahui, ruang sehat secara keseluruhan telah melayani 803 orang.

Kembali Suyuti juga menambahkan, selain ruang sehat, pihaknya juga telah menyediakan mobil oksigen, sebanyak 5 (lima) buah, dengan rincian 2 (dua) unit bis dan 3 (tiga) unit ambulance. Dalam dua hari terakhir, beroperasi telah melayani 257 orang, di berbagai titik kumpul masa, yang jauh dari lokasi ruang sehat.

“Yang pasti, dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat terpapar kabut asap, kami sudah mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki, baik itu di kabupaten kota hingga provinsi. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang berinisiatif membuka pelayanan kesehatan mandiri.”

“Kemudian, apabila ada bantuan kesehatan dari negara luar melalui NGO, diharapkan dapat berkoordinasi dan melaporkan kepada pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan, dengan harapan semuanya dapat terkoordinir dengan baik, serta memastikan orang-orang dikirimkan adalah benar-benar tenaga medis, yang akan kami verifikasi,” tegas Suyuti.

Dilain sisi, Kepala RSUD dr Doris Sylvanus, dr Yayu Indriati Sp KGA mengutarakan, penanganan pasien terdampak kabut asap di RSUD dr Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. 

Dimana, jumlah Kasus ISPA dan gangguan pernafasan lainnya (Asma, PPOK, Bronkhitis, Pneumonia), pada bulan Agustus ada sebanyak 229 orang, dan pada bulan September hingga tanggal 19 September 2019, hingga pukul 14.00 WIB berjumlah 574 orang.

Dengan rincian, masyarakat yang dilayani melalui IGD ada sebanyak 218 orang, Rumah Oksigen ada sebanyak 356 orang, dengan berbagai macam rentang usia. Khusus, pelayanan rumah oksigen RSUD dr Doris Sylvanus, dibuka sejak tanggal 13 Agustus 2019, bertempat di Gedung IKR lantai 1, dengan kapasitas 14 tempat tidur, dan itu semua gratia atau tidak dipungut biaya.

dr Yayu juga menuturkan, waktu layanan buka 24 jam. Selain itu juga, RSUD dr Doris Sylvanus juga menyiapkan rumah singgah atau rumah tampung, jika terjadi bencana yang mengakibatkan masyarakat terkepung kabut asap.

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng dan lintas SOPD Kalteng terkait. Itu tempatnya, berada di Gedung IKR lantai 2, dan Gedung MCU Lantai 1, dengan Kapasitas daya tampung 100 orang,” jelas Yayu.

Ditempat yang sama, Kepala Diskominfo Provinsi Kalteng, Ir Herson B Aden MSi mengatakan, Media Center Pos Komando Penanganan Tanggap Darurat Karhutla Provinsi Kalteng Tahun 2019, akan menjadi corong informasi untuk publik dan media.

“Hari ini kita telah melakukan konferensi pers dengan narasumber Kepala Dinkes Provinsi Kalteng, Kepala Disdik Provinsi Kalteng, dan Direktur RSUD dr Doris Sylvanus.”

“Adapun tujuannya, agar pers dan masyarakat bisa mengetahui kondisi aktual, dari penanganan Karhutla di sektor kesehatan dan pendidikan,” kata Herson.

Herson juga menambahkan, konfrensi pers akan diupayakan setiap hari, dimulai sekira pukul 10.00 WIB. Dengan menghadirkan berbagai narasumber, yang memiliki keterkaitan dengan penanganan karhutla di Kalteng.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: