Ruang Sehat Tolak Asap Cegah Dampak Kabut Asap

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Kabut asap yang kian pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terus menyelimuti Kota Palangka Raya.

Kabut asap inipun sudah membawa dampak bagi kesehatan masyarakat, baik orangtua hingga usia anak-anak. Terutama bahaya terpapar penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Upaya mengantisipasi dampak kabut asap inipun terus dilakukan berbagai pihak. Termasuk kegiatan bakti sosial dengan cara berbagi masker, hingga membuka rumah oksigen atau ruang sehat.

Seperti di SD Negeri 6 Palangka Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya, dimana disekolah tersebut telah disediakan ruang khusus berupa ruang sehat tolak asap..

Disediakannya ruangan khusus tersebut merupakan prakarsa sekaligus diinisiator oleh sejumlah pemerhati lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Betang Bagawi yang bekerjasama dengan pihak SD Negeri 6 Palangka.

Keberadaan ruang khusus guna mencegah dampak kabut asap karhutla ini mendapat perhatian Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah.

“Ya, kami dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, berterimakasih dan mengapresiasi pihak Komunitas Betang Bagawi selaku inisiator untuk memprakarsa ruang sehat tolak asap ini,”ungkap Umi, usai melakukan launching ruang sehat tolak asap, Kamis (12/8), di SD Negeri 6 Palangka.

Menurut Umi, setidaknya SD Negeri 6 Palangka ini dapat menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lainnya di Palangka Raya, yang menjadi model memiliki ruang sehat tolak asap.

“Dalam situasi kabut asap saat ini, maka keberadaan ruang sehat sangat tepat disediakan disekolah. Kita berharap sekolah lain bisa mengikuti jejak SD Negeri 6 Palangka dalam menyediakan ruang sehat trolak asap,” cetus Umi.

Sementara itu Theresia Karolina yang merupakan Ketua Komunitas Betang Bagawi mengungkapkan, bahwa gagasan ini muncul atas daras keprihatinan akan dampak kabut asap, terutama bahaya bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kita melihat pemerintah telah berupaya melakukan penanggulangan karhutla, Namun disisi lain tetap ada keterbatasan. Maka kami mencoba bersinergi dalam membantu pada sisi mencegah dampak,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: