Disdik Menilai Kondisi Udara Masih Memungkinkan Siswa Belajar di Sekolah

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- kondisi kelayakan udara disebabkan kabut asap yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Kalteng beberapa hari terakhir semakin memperihatinkan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng khususnya melalui Dinas Pendidikan mengambil sikap untuk mengutamakan keselamatan peserta didik pada jenjang PAUD dan SD/MI.

Dengan alasan kalau siswa di jenjang PAUD dan SD/MI sangat rentan terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) atau penyakit lainya yang ditimbulkan karena kabut asap.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Slamet Winaryo, Kabut asap merupakan bencana yang tidak diharapkan. Semua aspek kehidupan terganggu, termasuk dalam memperoleh pelayanan pendidikan.

“Sejak awal tahun pelajaran, proses pendidikan di sekolah sudah diatur sedemikian rupa dengan baik agar  target capaian materi, target waktu, dan target hasil anak belajar dapat tercapai dengan baik.” kata Slamet, kamis (12/9).

Akan tetapi, ketika bencana kabut asap terjadi seperti sekarang ini ujarnya menambahkan, tentunya lebih utamakan keselamatan peserta didik dari pada mempertahankan target pencapaian.

Jika dilihat dari data ISPU terakhir, yang menunjukan kualitas udara dalam status “Tidak Sehat”. Dirinya menilai bahwa kondisi udara tersebut masih memungkinkan anak-anak bisa belajar di sekolah.

“tentunya dengan catatan, siswa harus pakai masker, diruang kelas dipasang kipas angin atau AC dan dipastikan kondisi ruang kelas aman dari asap.” bebernya menambahkan.

Namun beda hal ketika kondisi udara pada situasi “Sangat Tidak Sehat” bahkan sampai ke tingkat “Berbahaya”, siswa harus segera diliburkan. Dengan catatan, anak-anak dilarang bermain diluar rumah.

“Oleh sebab itu mari kita bersama sama mendukung himbauan bapak Gubernur agar kita menjaga lingkungkan selalu bersih, segar dan mencegah bahaya kebakaran hutan lahan” ucap Slamet lebih dalam lagi.

Sekedar menginformasikan, Saat ini siswa dijenjang pendidikan SMA/SMK se Kalteng bersama para warga dimasing-masing satuan pendidikan telah melaksanakan do’a minta hujan (solat istisqo.red). Sementara siswa agama non islam berdoa sesuai agamanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: