400 Ha Kawasan Hutan di Kalteng Jadi Target Program RHL Tahun 2019

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Kahayan (BPDASHL) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Tahun 2019, Rabu (11/09) di Palangka Raya.

Kegiatan bimtek RHL ini diikuti oleh tim pembina, tim pengendali/pemangku dan tim pendamping/penyuluh, serta sejumlah pihak pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Kasi RHL) BPDASHL Kahayan Arif Adi Suhastyo menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebagai  tindaklanjut dari Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Permen KLHK) No 105/2018 dan Permen LHK no 88/2018.

“Dimana, dalam aturan tersebut mengharuskan, dalam proses Rehabilitasi Hutan dan Lahan, harus memiliki tim pembina, pengendali dan pendamping/penyuluh. Dan, oleh karena itulah, maka ini juga menjadi salah satu tujuan diselenggarakannya kegiatan ini,” terang Arif saat dibincangi awak media.

Lebih lanjut, Arif yang juga menjadi ketua panitia Bimtek RHL ini menjelaskan, untuk tim pembina, selain dari daerah, ada juga tim pembina dari sejumlah kementrian terkait, diantaranya Menteri KLHK, Panglima TNI, Kapolri sampai pada tingkatan yang berada di daerah, seperti bapak Gubernur, Kapolda dan Danrem serta sejumlah tim dari kehutanan.

Sedangkan, untuk tim pengendali/pemangku yang berasal dari pemangku kawasan, diantaranya BKSDA di Bukit Rawi, KPHP Kahayan Hilir, KPHL Kapuas Kahayan. Serta, ada juga tim pendamping yang juga bertugas menjadi tim penyuluhnya.

“Hal ini juga merupakan bagian dari program nasional (prognas), yaitu bila secara nasional ada sekitar 205,78 ribu ha kawasan yang harus di rehabilitasi. Namun, di Kalteng sendiri, untuk tahun 2018 lalu ada 765 ha, dan di tahun 2019 ini turun menjadi 400 ha,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Ir H Sri Suwanto MS kepada awak media mengatakan, sebenarnya kegiatan Bimtek RHL ini, adalah semacam kegiatan pendidikan bersama.

“Meski, saya tahu yang mengikuti kegiatan ini, rata-ratanya telah memiliki kompetensi, di bidang kehutanan. Karena, sebagian besarnya mereka adalah orang-orang kehutanan. Tapi kan, itu perlu untuk direfresh lagi, maka kegiatan Bimtek RHL tetap perlu dilaksanakan,” ungkap Sri Suwanto.

Sri Suwanto juga mengatakan, yang tidak kalah penting lagi, yaitu semangat dari kawan-kawan, dalam melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, sebagaimana tugas dan perannya masing-masing.

“Untuk rehabilitasi hutan dan lahan, memang sudah dianggarkan pada tiap tahunnya. Bahkan, kita juga  telah menyediakan bibit, sesuai dengan endemik tumbuhan di Kalteng, seperti bibit blangiran, petai, jengkol dan varian lainnya,” lmbuhnya.

Ia juga menambahkan, selanjutnya kawan-kawan BPDASHL Kahayan, melalui para pendamping/penyuluh yang bertugas di lapangan, juga akan mengajarkan dan mendampingi cara penanamannya, dengan teknik yang baik dan benar.

Disisi lain, Kepala BPDASHL Kahayan Ir Supriyanto Sukmo Sejati MSi menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu tindaklanjut prognas di daerah Kalteng, yaitu yang menjadi tanggungjawab BPDASHL Kahayan.

“Dimana, target pada tahun 2019 ini, ada sekitar 400 ha, dan lokasinya ada di sejumlah daerah, cakupan wilayah pemangku program RHL, BKSDA KPHL dan KPHP. Dan, sebagai penanggungjawabnya berada di BPDASHL Kahayan,” jelasnya.

Kemudian, Ia juga menerangkan, implementasi program RHL ini, berada di sejumlah daerah, yang merupakan cakupan wilayah BKSDA, KPHP dan KPHL, yang sudah terbentuk sebelumnya.

“Kita juga telah membentuk tim pembina daerah, yang langsung diketuai oleh bapak Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Kejati, unsur TNI dan Polda, serta unsur masyarakat.”

“Pada daerah itu juga, telah ditempatkan para tim pendamping/penyuluh lapangan. Sehingga dengan demikian, maka dalam pelaksanaan, adanya keterlibatan semua pihak dalam program RHL ini,” pungkasnya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: