Soal Dugaan Pengeroyokan 2 Mahasiswa Kalteng, Nila Riwut : Masyarakat Diminta Tenang

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Acara wisuda seharusnya menjadi momen yang sakral dalam dunia pendidikan tinggi. Namun ironisnya, hal itu tercoreng akibat adanya dugaan aksi pengeroyokan salah sasaran.

Kabar pengeroyokan salah sasaran tersebut, diperoleh melalui Pers Release,  yang dilayangkan oleh Himpunan Pemuda Pemuda Pelajar Kalimantan Tengah (HPMKT) di Yogyakarta, tertanggal 09 September 2019, yang isinya menyebutkan bahwa korban adalah mahasiswa asal Kalimantan Tengah (Kalteng), berinisial OP dan KK.

Dalam releasenya, Ketua HPMKT di Yogyakarta, Tovan Dwi Pratama menginformasikan kejadian tersebut, dan release itu juga diketahui oleh pembina HPMKT di Yogyakarta Nila Riwut.

“Ya, memang benar, kalau ada mahasiswa asal Kalteng, yang diduga menjadi salah sasaran pengeroyokan masa,” ungkap mina Nila ketika dikonfirmasi kabar tersebut, senin (09/9) tadi malam.

Lebih lanjut, mina Nila mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan kepada korban. Pendampingan dilakukan oleh rekan-rekan HPMKT di Yogyakarta, pada salah satu rumah sakit di Yogyakarta.

Dirinya menerangkan bahwa kondisi korban masih tidak sadarkan diri. Ia juga menghimbau, atas kejadian ini, diminta agar masyarakat Kalteng pada umumnya, serta para mahasiswa dan pelajar untuk tetap tenang, tidak emosi dan tetap menahan diri.

“Jangan sampai terprovokasi atau terpancing keadaan, atas berbagai kesimpangsiuran informasi. Yang pasti, kedua korban masih dalam perawatan dan pemulihan kesehatan. Kita do’akan bersama agar kondisi korban segera membaik”. bebernya menambahkan.

Sebagaimana isi release tersebut, kejadian bermula ketika OP dan KK bermaksud menghadiri acara wisuda karibnya di salah satu hotel, yang berada di kawasan Jalan Babarsari, Sleman, Yogyakarta, sabtu (07/9)

Dan, pada disela-sela acara wisuda tersebut, korban mendengarkan teriakan minta tolong, yang berasal dari orang di sekitarnya. Dengan, dalil bermaksud hanya ingin melerai pertikaian di acara wisuda tersebut.

Situasinya ketika itu justru kedua orang mahasiswa asal Kalteng, OP dan KK yang awalnya berniat melerai pertikaian, malah menjadi sasaran bulan-bulanan dari pengeroyokan masa yang berjumlah sekitar 5 hingga 10 orang.

Berdasarkan keterangan, yang disampaikan oleh Tovan bahwa kedua orang mahasiswa asal Kalteng ini tidak mengenal orang yang diduga telah mengeroyok mereka. Dan, dipastikan bahwa mahasiswa asal Kalteng adalah menjadi korban salah sasaran, dari sekelompok masa tersebut.(Ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: