12 Tahun DAD Kalteng Kawal Kearifan Lokal

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA — Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah ( DAD Kalteng), pada tanggal 16 Agustus 2019 ini, menggelar hari jadinya yang 12 Tahun. Dimana, dalam perayaaan tersebut, dilaksanakan Huma Betang Hapakat, Jalan RTA Milono Kota Palangka Raya, Jumat (16/08) malam.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum DAD Kalteng H Agustiar Sabran, Ketua Harian DAD Kalteng Dr Andrie Elia Embang SE MSi, Ketua Dewan Pakar DAD Kalteng Napa J Awat, Ketua Dewan Pertimbangan Lewis KDR beserta sejumlah pengurus DAD provinsi, kabupaten kota se Kalteng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain DAD Kalteng yang berulang tahun, pada malam peringatan hari jadi DAD ke 12 tahun, juga dilaksanakan perayaan HUT sejumlah pengurus DAD Kalteng, yang juga berulang tahun pada bulan Agustus 2019 ini.

Adapun pengurus DAD Kalteng, yang merayakan hari ulang tahunnya, pada bulan Agustus ini, diantaranya adalah Ketua Umum DAD Kalteng bapak H Agustiar Sabran (17/08), Ketua Harian DAD Kalteng bapak Dr Andrie Elia Embang SE MSi (12/08), Sekretaris Dewan Pertimbangan DAD Kalteng bapak Dr H Suriansyah Murhaini SH MHum, ibu Tuti Dau (07/08) dan bapak Bartel Usin (29/08).

Perayaan hari jadi DAD Kalteng ke 12 Tahun ini, dikemas dalam bentuk kebersamaan, antara pengurus dengan pengurus, ataupun pengurus dengan anggota DAD Kalteng.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang sekaligus pula menjabat sebagai Ketua Harian DAD Kalteng Dr Andrie Elia Embang SE MSi menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana, hanya di kalangan internal DAD Kalteng saja.

Lebih lanjut, Dr Andrie Elia Embang SE MSi yang juga menjabat sebagai Rektor UPR mengutarakan, kegiatan peringatan hari jadi DAD Kalteng ke 12 Tahun ini, akan diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya yaitu kunjungan ke sejumlah panti asuhan.

Untuk Panti asuhan yang akan dikunjungi, tanpa memandang dan membeda-bedakan suku, agama dan golongan. Sebab, untuk DAD Kalteng, yang dikedepankan adalah perbuatan-perbuatan baik, tanpa adanya diskriminatif. GaHal ini, sebagaimana adanya palsafah huma betang.

“Kita akan menyalurkan santunan, kepada para penghuni dan pengelola panti. Hal itu, sebagai bentuk kepedulian sekaligus perbuatan baik, dan rasa empati, dari DAD Kalteng, kepada para penghuni panti asuhan,” katanya, saat memberikan sambutan.

Dr Andrie Elia Embang SE MSi juga menambahkan, puncak acara akan dilaksanakan pada bulan September 2019 mendatang, yaitu dengan menggelar seminar internasional.

Dimana, dalam pertemuan tersebut akan menghadirkan para cendikiawan dayak, dimanapun berada. Kegiatan, tersebut juga akan diisi dengan kegiatan semacam festival pemilihan bawi jagau cantik jelita dunia, pemilihan putra putri dayak, yang smart, beauty, gagah perkasa dan berani.

Sementara itu, Ketua Umum DAD Kalteng, H Agustiar Sabran mengatakan, dengan bertambahnya usia DAD Kalteng ke 12 Tahun, harapannya selalu dapat memberikan kontribusi, untuk daerah Kalteng.

Dikatakannya, keberadaan DAD Kalteng, dibentuk untuk mengawal kearifan lokal. Keberadaan DAD Kalteng juga, sebagai lembaga informal, yang memperjuangkan aspirasi rakyat di wilayah Kalteng.

“Melalui DAD Kalteng, juga diharapkan dapat memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Hal itu sebagaimana adanya peraturan daerah No 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak Di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada usia yang ke 12 Tahun ini, yang bertepatan dengan hari jadi Ke 74 Tahun Republik Indonesia. Diharapkan, melalui lembaga adat DAD, selain mengawal kearifan lokal, lembaga adat ini juga dapat menjadi solusi untuk masyarakat Kalteng khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Inilah yang menjadi tugas sekaligus peran dari DAD Kalteng. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: