HUT Ke 23 Polda Kalteng, Polri Bersama Rakyat Jaga Kebhinekaan

 

Kapolda Kalteng Brigjend Pol Drs Anang Revandoko yang bertindak sebagai inspektur upacara HUT Polda Kalteng Ke-23 di halaman Mapolda Kalteng, Kamis (22/03) pagi tadi. Foto : BeritaKalteng.com

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Menjadi Polisi profesional modern dan terpercaya, hal inilah yang ingin diwujudkan oleh jajaran kepolisian di Indonesia, termasuk pula di jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng.

Pada hari jadinya yang ke 23 Tahun, jajaran Polda Kalteng memperingati dengan menggelar upacara gelar pasukan, di halaman Mapolda Kalteng, Jl Tjilik Riwut Km 1 Kota Palangka Raya, Kamis (22/03) pagi.

Dalam upacara gelar pasukan pagi ini, dihadiri oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Danrem 102/Pjg Kolonel Arm H Naudi Nurdika, Ketua DAD Kalteng H Agustiar Sabran dan sejumlah unsur Forkompinda Kalteng, pejabat utama Polda Kalteng.

Kapolres dari 14 Kabupaten Kota dan jajajaran, serta sejumlah para tamu undangan lainnya. Tema yang diusung, pada HUT Polda Kalteng Ke 23 Tahun, yakni Polri menjadi perekat kebhinekaan menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan dalam badan sehat waalfiat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng Brigjend Pol Drs Anang Revandoko yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan, amanat yang dikatakan oleh tokoh Proklamator Indonesia Bung Karno, bahwa Pancasila lahir dari dalam bangsa Indonesia itu sendiri.

Pancasila telah terbenam di bumi Indonesia selama 305 Tahun lebih lamanya. Semboyan Bhineka Tunggal Ika, tidak hanya sebagai sebuah pengikat kesatuan bansa, namun harus tetap diutamakan dan dipertahankan.

“Kemajemukan dan keberagaman yang ada di Indonesia, merupakan sebuah hal yang patut untuk dibanggakan. Indonesia kuat, karena adanya sikap toleransi dan persatuan yang tinggi, dari seluruh komponen bangsa. Hal ini wajib dipertahankan dan dijunjung tinggi,” kata Perwira Tinggi Berpangkat Bintang Satu dipundaknya ini.

Ia juga mengatakan, Kalteng merupakan miniatur Indonesia. Kemajemukan dan keberagaman yang ada di masyarakat tetap terjaga, berkat adanya filosopi ‘Huma Betang’ yang masih dijunjung tinggi, dalam hidup bermasyarakat di Kalteng.

Tidak hanyak hanya disana, filosopi Huma Betang juga harus tetap dipertahankan, hingga ke Huma Betang yang lebih luas, yakni Indonesia.

“Tantangan kedepan semakin berat dan kompleks. Pillkada serentak 2018, penanggulangan karhutla, pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 telah menanti di depan kita. Hal ini sebagai dinamisator meningkatnya semangat kesatuan untuk mengelola kompetisi, menjadi pesta demokrasi yang membawa kita menuju persatuan dan kesejahteraan,” terang Kapolda Kalteng dihadapan personil upacara dan para tamu undangan.

Selain itu, adanya sorotan tajam dan kritikan terhadap kinerja personil polisi dilapangan, Ia menegaskan hal tersebut  harus dijawab dengan kerja kerja kerja keras dan ikhlas dari seluruh personil kepolisian. Hal ini, sebagai upaya mewujudkan terciptanya Polri yang profesional, modern dan terpercaya.

Sementara itu, ditempat yang sama Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, sebelum menjawab pertanyaan para awak media, tidak lupa Ia menyampaikan  ucapan selamat HUT Ke 23 Tahun Polda Kalteng tahun 2018.

“Polri sebagai perekat dan pemersatu Bhineka Tunggal Ika di Indonesia. Khususnya di Kalteng, hal tersebut terlihat dari adanya keharmonisan antar unsur Forkompinda selama ini. Kami merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, maka wajib hukumnya dapat terus menjaga kebhinekaan dan persatuan serta mewujudkan Kamtibmas di Kalteng,” kata Sugianto Sabran.

Hal senada disampaikan Ketua DAD Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan,  ucapan HUT Ke 23 Tahun. Dalam upacara gelar pasukan, ada 14 Kapolres yang diberikan penganugerahan gelar adat.

“Pemberian gelar adat tersebut, DAD Kalteng berikan atas pertimbangan, bahwa selain menjalankan tugasnya mengayomi dan melindungi masyarakat, dengan menegakan hukum positif, mereka juga dapat melindungi masyarakat adat dayak khususnya, dan masyarakat Kalteng pada umumnya. Sehingga, kedepannya nanti dapat memperhatikan dan melindungi masyarakat adat Kalteng,” pungkas Agustiar Sabran secara singkat. (dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: