PT AGL Tetap Beroperasi, Masyarakat Temukan Praktik Ilegal Minning

BeritaKalteng, Palangka Raya- Sikap arogan dari pihak PT Agrindo Green Lestari (PT AGL), dalam menyerobot lahan milik masyarakat Desa Goha, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, seolah-olah semakin menjadi-jadi. Pasalnya, aktifitas pihak perusahaan sampai berita ini diturunkan, masih berlangsung.

Bahkan puluhan alat berat milik PT AGL, semakin hari semakin bertambah dan terlihat masih beroperasional, di atas lahan yang dipersengketakan. Menurut Mikhan selaku ahli waris lahan mengatakan, pihaknya melihat secara langsung, aktifitas alat berat milik PT AGL.

Tidak hanya itu, aktifitas yang dilakukan oleh pihak perusahaan, semakin ‘menggila’, pasalnya alat berat yang semula digunakan untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan, tapi juga diduga digunakan untuk aktifitas ilegal minning (tambang ilegal, red).

“Pihak opeator alat berat, milik PT AGL melakukan pengupasan lahan dan berupaya, mengeruk hasil tambang yang berada di lokasi tersebut. Aktifitas tersebut semakin menunjukkan sikap arogan dari pihak perusahaan,” ucap Mikhan, melalui sambungan telepon, Selasa (30/01) pagi.

Melihat adanya indikasi aktifitas tambang ilegal oleh PT AGL, Mikhan mengatakan, dirinya melihat hal tersebut, langsung melaporkan kepada Polsek Banama Tingang. “Terlepas itu, semua aktifitas tambang itu merupakan perintah langsung atau bukan, dari pihak pimpinan di lapangan.

Tentunya hal itu, sudah tidak sesuai dengan perijinan operasional PT AGL. Mengingat ijin yang dimiliki perusahaan, hanya bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit, bukan perijinan pertambangan,” ujarnya.

Sambung pria yang berdomisili di Desa Goha ini, mengatakan bahwa yang dirinya sampaikan ini, adalah sesuai dengan fakta di lapangan. Kondisi lingkungan di Desa Goha, saat ini semakin hari memprihatinkan. Terlebih lagi, pihaknya menemukan dugaan praktik tambang ilegal yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

“Saya mengharapkan, agar persoalan persengketaan lahan ini dapat segera teratasi. Sebabnya, masyarakat sudah merasa sangat geram, atas sikap arogan yang dipertontonkan oleh pihak PT AGL. Pihak berwajib jangan sampai main mata dengan pihak perusahaan,” tutupnya.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: