Mofit Sebut Masih Jalin Komunikasi Dukungan Parpol

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA – Peta kekuatan politik di pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Kota Palangka Raya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 masih terkesan gamang. Sejumlah partai politik (parpol), terkhusus parpol yang memiliki kapasitas sebagai pengusung, juga belum terlihat menentukan arah dukungan terhadap pasangan calon (paslon) yang diusung.

Sedangkan yang terbaru dan masih menjadi perbincangan hangat, adalah soal adanya surat persetujuan mengusung paslon wali kota dan wakil wali kota untuk bertarung di Pilwalkot Palangka Raya. Tapi ternyata hal tersebut terbantahkan sendiri oleh bakal dari paslon.

Mofit Saptono Subagio adalah salah satu sosok yang ditunggu-tunggu reaksinya di Pilwalkot Kota Palangka Raya, juga terlihat belum memberikan sinyal yang jelas. Hal itu wajar karena Mofit bila maju pada pilwalkot maka ia adalah sebagai incumben, karena masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palangka Raya.

Seperti pada Minggu malam (10/12) usai menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah dikediaman pribandinya, Mofit akhirnya bersedia memberikan pandangannya terkait kesiapan dirinya pada pilwalkot Palangka Raya.

Kata Mofit, dirinya megapresiasi bagaimana sikap parpol di Kota Palangka Raya saat ini, terutama berkenaan dengan kesiapan mengusung paslonya.

“Intinya, masing-masing parpol itu kan punya SOP atau prosedur yang mungkin berbeda satu sama lainnya, terutama dalam merekrut atau mengajukan calon-calon,”ucapnya.

Mofit mengakui , bahwa dirinya saat ini adalah sebagai salah satu yang sering dibicarakan. Ia pun juga tidak menepis bila sampai saat ini dirinya masih melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol yang memiliki kewenangan mengsusung. Meski begitu, ia enggan merinci partai mana saja yang telah didekatinya untuk maju di Pilwalkot Palangka Raya.

“Memang ditanya hal ini, kita belum banyak bicara secara kepartaian atau secara resmi. Jadi hanya komunikasi saja dengan sejumlah parpol. Pun begitu, kita masih punya waktu, bisa dikatakan masih 30 hari lagi. Jangankan untuk itu, dua jam saja dinamika itu pasti ada. Itulah politik dan kita harus bisa menerima semua itu dengan segala konsekuensinya, dan itu bagi saya biasa saja,”tuturnya.

Sementara disinggung tentang khabar yang beredar di media sosial, bahwa ia (Mofit red) bersama dengan Ibnu Elmi AS Pelu sudah melamar ke Partai Nasdem, menurut Mofit dirinya membantah akan hal tersebut .
Pun demikian kata Mofit dirinya dengan Ketua Nasdem Provinsi Kalteng, Faridawaty Darlana Adjeh kenal baik.

“Ya, saya buka-bukaan aja deh. Saya itu kenal istri saya yaitu dari ibu Farida. Itu artinya sejak dulunya saya dengan ibu Farida sudah saling kenal. Bahkan sering komunikasi dalam berbagai hal. Nah termasuk ketika saya di Jakarta, ibu Farida juga disana, beliau menelpon bahwa teman-temannya dari Nasdem pengen ketemu. Karena ada kesempatan, ya tidak jadi soal. Kebetulan juga ada pak Ibnu,”bebernya.

Dalam pertemuan itu kata Mofit, tidak ada hal-hal yang prinsip hanya sebatas komunikasi saja, baik dirinya maupun Ibnu Elmi dengan pengurus Nasdem yang saat itu turut hadir pula kader partai Nasdem yakni Hamdani.

“Jadi dalam pertemuan itu kita tidak membuat dokumen apa apa. Intinya kita hanya saling silaturahmi,”ujar Mofit.

Sementara menjawab beredarnya dokumen atau surat persetujuan dari Golkar pusat tentang penunjukan dirinya sebagai calon wakil wali kota mendampingi Fairid Naparin sebagai calon wali kota dari partai Golkar, menurut Mofit ia tidak tahu akan hal tersebut.

“Terus terang saya waktu itu sempat mendengar. Lalu juga sempat melihat surat persetujuan beredar dimedia sosial. Saya tidak tahu persis apakah surat persetujuan yang dimaksud itu adalah saya atau tidak. Namun yang pasti secara fisik saya tidak pernah menerima salinan surat persetujuandimaksud,”tutup Mofit seraya tersenyum.(AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: