November 2017, Kalteng Mengalami Inflasi 0,18 Persen

 

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng. Tahun 2017 pada bulan November, Kalteng mengalami infalsi 0,18 persen dengan laju inflasi tahun kalender 2,51 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,83 persen.

Dimana berdasarkan inflasi dimasing-masing Kota dapat dilihat, Kota Palangka Raya mengamali infalsi 0,11 persen yang dipengaruhi pada komoditas Daging Ayam Ras sebesar 0,11 persen, disusul Gabus 0,03 persen, obat dengan resef 0,03 persen. Dan adil penyumbang deflasi pada komoditas bawang merah 0,05 persen, disusul garam 0,03 persen, dan cabai rawit 0,02 persen.

Adapun untuk Kota Sampit juga mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,66 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,00 persen. Adapun Adil Inflasi Kota Sampit dipengaruhi Indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,59 persen serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,45 persen serta

Kepala BPJS Provinsi Kalteng Hanif Yahya melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Bambang Supriono laju infasi tahun kalender Kota Sampit 2,66 persen lebih, lebih tinggi bila dibandingkan Kota Palangka Raya yang hanya 2,42 persen. Begitu juga dengan inflasi tahun ke tahun di Kota Sampit mencapai 4,00 persen juga lebih tinggi dibandingakan Kota Palangka Raya 3,74 persen.

“Dari Perbandingan Andil Inflasi/deflasi menurut kelompok pengeluaran di Palangka Raya dan Sampit, harga bahan makanan pada perdagangan eceran relatif terkendali di kedua Kota tersebut.” Jelas Apri senin (04/11) di Kantor BPS Provinsi Kalteng Kota Palangka Raya.

Perbaidingan Inflasi atau Deflasi Kota Indeks Harga Komoditas (IHK) terpilih, tingkat inflasi bulanan Kota Palangka Raya sepanjang tahun 2017 cendrung berfluktuasi. Meskipun terjadi deflasi selama September-Oktober 2017, namun indeks harga beberapa komoditas didagang eceran mulai mulai menguat memasuki November 2017.

Dia juga menginformasikan, dari 82 Kota pantauan IHK Nasional, 68 Kota mengalami inflasi dan 14 Kota mengalami Deflasi. Dimana Inflasi tertinggi di Singaraja sebesar 1,80 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: