Tiga Persoalan Ini Jadi Pembahasan Pokok Tanwir II Pemuda Muhammadiyah

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- Dalam rangka konsolidasi, menilai laporan kebijakaan dan program Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah 2014-2018 sekaligus merumuskan rekomendasi Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi mainstream dalam menyikapi isu aktual dan faktual yang terjadi sekarang ini.

Pemuda Muhammadiyah di tahun 2017, kembali menggelar Tanwir II, dimana Pimpinan Muhammadiyah Provinsi Kalteng dipercayakan sebagai tuan rumah pada rangkaian pelaksanaan kegiatan selama 6 hari, yakni mulai tanggal dari tanggal 24 sampai 29 November 2017. Dengan ikuti sekitar 2000 Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia.

Adapun rangkaian kegiatan Tanwir II dengan mengangkat tema “Integritas dan Produktifitas Kaum Muda Untuk Keadilan Sosial” ini diantaranya, pelaksanaan sunatan massal tanggal 25 November 2017 yang di ikuti 100 anak di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalteng, Jalan sehat, pawai Ta’aruf dan Donor Darah, serta pembagian bingkisan sembako tanggal 26 November 2017 di Budaran Besar.

selanjutnya pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah tanggal 27 November 2017 di Lapangan Senaman Mantikei Kota Palangka Raya dan Sidang Pleno Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Hotel Aquarius dari tanggal 27 sampai dengan tanggal 29 November 2017.

Ketua Panitia Pusat, Ahmad Fanani pada kegiatan konferensi pers menyampaikan, ada beberapa persoalan penting yang akan dibahas dan lebih dipertajam lagi dalam kegiatan Tanwir II, diantaranya yakni mengenai Integritas Pemuda Muhammadiyah, Produktifitas, dan Keadilan Sosial.

“Insa Allah ada beberapa pembahasan yang akan kita bahas, terutama kita kembali mempertajam mengenai etika berpolitik pemuda Muhammadiyah. Dimana saya dengan-dengar ada kader terbaik pemuda muhammadiyah yang didorong untuk ikut bertarung di Pilkada 2018 di Palangka Raya sehingga kita juga bisa turut memperbaiki politik Kebangsaan kita saat ini.” jelas Ahmad Fanani jum’at (24/11).

Dirinya juga menyatakan, Pemuda Muhammadiyah akan mendukung sepenuhnya kader-kader terbaik dan punya kemampuan untuk mengambil di jalur politik tentunya tidak lepas dari batasan-batasan etik bagi kader yang akan maju dengan alasan, Pemuda Muhammadiyah sendiri tidak diperbolehkan terlibat langsung ke politik praktisnya.

Tidak hanya itu, ia juga berkeingin, kegiatan Tanwir II yang dilaksanakan Ini nantinya menghasilkan rumusan ataupun formulasi untuk memulihkan politik sekarang ini ke jalurnya dan tujuan utama dari politik itu sendiri yaitu untuk kemaslahatan umat. Pimpinan Daerah atau menjadi pejabat publik, bukan hanya jabatan prestisius. Melainkan ujarnya menambahkan, merupakan amanah yang harus dikerjakan dengan baik.

Ketika disinggung terkait gambaran rumusan dan formulasi seperti apa yang di inginkan dalam perbaikan politik kedepan sehingga partai politik dapat pertanggungjawaban dengan pendidikan politik. Fanani menyampaikan sebuah wacana yang sudah dibahas ditingkat pusat, kemungkinan mengenai pemberian sanksi terhadap partai.

“Sekarang Ini kan Partai Politik tidak terkontrol khsusunya tanggungjawab pendidikan politiknya kepada kader-kadernya. Kami merencanakan, kalau ada kader partai politik tersangkut kasus hukum dan mundurkan diri, itu ga perlu di PAW, tapi langsung dimundurkan saja biar partai punya tanggungjawab moril. Sekarang ini kan tidak, ketika ada kader yang bermasalah, diganti dengan yang baru.” paparnya menambahkan.

Mewujudkan atau merealisasikan hal tersebut, tentunya tidak mudah dan memerlukan proses yang panjang, karena harus masuk ke regulasi, baik dari Undang-Undang Pemilu maupun Undang-Undang Partai Politiknya. Dan ini resistensinya cukup tinggi, karena perlu pembahasan di Dewan.

Dalam konferensi pers, Ia juga sempat mejelaskan mengenai persoalan pemindahan Ibu Kota Negara ke Wilayah Kalteng. Pihaknya pun sepakat untuk dilakukan pemidahan Ibu Kota yang baru, dengan alasan, Kondisi Jakarata sekarang ini semberaut. Kemacetan terjadi, tingkat emosionalnya gampang terpancing dan sebagai. Berbeda dengan Palangka Raya.

“Sejauh Ini memang pembangunan lebih dipusatkan ke Daerah Jawa. Sekarang ini kan posinya APBN relatif sudah merata. Apalagi Pak Jokowi Dodo dengan Nawacitanya berkeinginan membangun dari arah pinggiran. Program ini yang harus kita kawal sehingga pembangunan dari arah pinggiran tidak hanya sekedar wacana saja.” paparnya lebih dalam.

Menurut informasi, pelaksanan dialog pada pelaksanaan Tanwir II nanti, akan menghadirkan sejumlah pakar politik untuk memberikan masukan sekaligus peroyeksi kedepanya seperti apa. Pakar politik yang direncanakan akan hadir diantaranya, Ketua MPR Julkifli Hasan, Politik Muda, Aryo Hadi Kusumo dari Partai Gerindara dan pakar politik pemuda lainya seperti Agus Hurimurti Yudiono, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

Ahmad Fanani yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah mewakili Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak saat menggelar konferensi pers didampingi jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalteng seperti Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, H. Daryana, ditemani Komandan KOKAM Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalteng.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: