Naik Sepeda Riban-Mofit Blusukan ke Bukit Pinang dan Kalampangan

 

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA – Hari Sabtu bagi pejabat Pemerintahan adalah merupakan hari libur dan merupakan moment yang dapat digunakan sebagai waktu santai. Kendati demikian, hal itu tidak berlaku bagi Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia dan wakilnya Mofit Saptono Subagio, dimana bagi keduanya momen hari libur tetap dimanfaatkan untuk bekerja sambil berolahraga.

Seperti pada  Sabtu (18/11) pagi, Riban dan Mofit mengajak beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) berolahraga naik sepeda dengan target menuju Kelurahan Tanjung Pinang- Kecamatan Pahandut dan Kelurahan Kalampangan -Kecamatan Sebangau.

Olahraga naik sepeda yang dimulai pukul 06.00 WIB ini mulai star dari rumah jabatan (rujab)  wali kota Jalan Diponegoro.  Rombongan  kemudian menyusuri jalan tembus Bandara Tjilik Riwut dan Jalan Keranggan Kelurahan Tanjung Pinang.

Disana Riban dan Mofit blusukan menuju Pelabuhan Bukit Pinang. Mereka menyempatkan melihat sekaligus memastikan kondisi Pelabuhan Bukit Pinang yang sudah dioperasionalkan lagi setelah beberapa tahun terhenti.

Kepala Kantor KSOP Kesyahbandaran Pulang Pisau, Otto Patriawan, yang turut mendampingi  peninjauan wali kota  di pelabuhan tersebut mengatakan dioperasionalkannya lagi Pelabuhan Bukit Pinang karena saat ini akses pendukung sudah dibangun. “Saat ini keberadaan pelabuhan sudah didukung oleh pemerintah provinsi dan kota dengan pelebaran dan pengaspalan jalan,” tuturnya.

Otto mengatakan Pelabuhan Bukit Pinang dibangun sejak 2005 dan sempat operasional beberapa tahun, kemudian stop karena terkendala kondisi jalan yang belum memadai. Tapi setelah jalan bagus, maka per 1 November 2017 ini dioperasionalkan lagi.

“Karena statusnya pelabuhan pengumpan lokal, maka izin operasionalnya yang mengeluarkan adalah wali kota dan saat ini semua izinnya sudah lengkap,” ucap Otto.

Dia mengatakan ke depan Pelabuhan Bukit Pinang ini akan semaksimal mungkin dioperasionalkan untuk melayani bongkar muat barang dari berbagai luar Kalimantan.

Setelah melihat kondisi Pelabuhan Bukit Pinang  dan beristirahat sejenak, rombongan kembali melanjutkan naik sepeda, menuju ke Kelurahan Kalampangan dengan melewati jalan tembus.

Diselingi istirahat sejenak rombongan, akhirnya  sampai  ke Kelurahan Kalampangan. Disana Riban dan Mofit meninjau proyek pembangunan Pasar Kalampangan.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Palangka Raya Aratuni Djaban,  saat ini progress pekerjaan pasar yang secara keseluruhan dibiayai oleh pemerintah pusat ini, masih sekitar 50 persen. Proyek senilai Rp5 miliar lebih ini ditargetkan harus selesai sebelum akhir Desember 2017.

Aratuni menarget setiap hari harus ada kemajuan 2 persen, sehingga saat akhir Desember 2017 sudah selesai.” Jika tidak, maka pihak kontraktor akan kena pinalty dan tidak bisa dibayarkan, karena dana akan ditarik oleh pemerintah pusat. Tapi kita optimis target penyelesaian dapat dilakukan tepat waktu,”ujarnya.

Setelah melihat pelaksanan pembangunan Pasar kalampangan, dikelurahan setempat Riban dan Mofit juga melihat sejauh mana progres pembangunan lanjutan RSUD Tipe D Palangka Raya. Menurut Direktur RSUD Tipe D Palangka Raya, Abram Winasis, proyek pembangunan RSUD Tipe D Palangka Raya ini dikerjakan dengan menggunakan sistem multy years dan ditargetkan diakhir kepemimpinan HM Riban Satia-Mofit Saptono sudah selesai dan bisa dioperasionalkan.

Abram mengatakan biaya pembangunan RSUD Tipe D Palangka Raya ini sebelumnya ditaksir Rp60 miliar. Hanya saja masih belum termasuk alat medis dan rumah dinas dokter, sehingga masih diperlukan anggaran tambahan. Menyikapi hal tersebut wali kota meminta pihak rumah sakit  untuk menghitung ulang agar anggaran yang diperlukan bisa diakomodir di APBD 2018.

“Jika nanti sudah operasional dalam kondisi maksimal, maka diharapkan RSUD Tipe D Palangka Raya ini menjadi rumah sakit milik daerah yang terlengkap di Provinsi Kalimantan Tengah,”harap Riban.

Sementara itu Mofit Saptono Subagio menambahkan RSUD yang dibangun di lahan seluas 1,4 hektare tersebut, secara resmi dioperasionalkan sejak 2016, namun dalam kondisi terbatas, sehingga belum maksimal dalam melayani pasien.

“Apabila sudah operasional secara keseluruhan , maka nanti semua warga Palangka Raya dapat memanffatkan keberadaan  RSUD ini,”pintanya.

Adapun di Kelurahan Kalampangan ini Riban dan Mofit juga berkesempatan meninjau meninjau rumah potong unggas (RPU) serta melihat secara langsung aktivitas Posyandu yang ada dikelurahan setempat.

Dalam rombongan gowes itu terlihat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Rawang, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Aratuni Djaban, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo.

Kemudian Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Fauliansyah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Eldy, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Eko Subandrio, dan Kepala Kantor KSOP Kesyahbandaran Pulang Pisau, Otto Patriawan.(AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: