Deflasi Kota Ini Disebabkan Merosotnya Indeks Pengeluaran Bahan Makanan

Beritakalteng.com– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mencatat, selama bulan oktober tahun 2017, Kota Palangka Raya kembali mengalami deflasi yakni sebesar 0,46 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 126,78 di bulan september tahun 2017 menjadi 126,20 di Oktober tahun 2017.

Laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,31 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,81 persen. Deflasi di Kota Palangka Raya didominasi oleh merosotnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan (2,17 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,09 persen, dan fltransportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalteng Hanif Yahya dalam kegiatan Press Release menyampaikan, indeks harga kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Laju inflasi tahun kalender hingga Oktober 2017, didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 9,25 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 3,47 persen.

“inflasi tahun ke tahun sebesar 3,81 persen, juga dipengaruhi tingginya perubahan indeks harga kelompok pengeluaran rumah tangga antara lain perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 9,61 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 5,07 persen” ujar Hanif Yahya rabu (01/10) di Palangka Raya.

Sementara itu, kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran lainnya masing-masing di bawah 3,00 persen. Ia menambahkan, untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Sampit Pada bulan yang sama, terjadi inflasi sebesar 0,13 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 129,82 di September 2017 menjadi 129,99 di Oktober 2017.

Laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,36 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,38 persen. Inflasi di Kota Sampit terutama dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga kelompok
pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,95 persen, makanan jadi, atau minuman.

“Perbandingan Inflasi/Deflasi Kota IHK di Wilayah Kalimantan dari sembilan kota IHK di wilayah Kalimantan selama Oktober 2017, terdapat dua kota pantauan mengalami inflasi yaitu Kota Singkawang 0,17 persen dan Sampit 0,13 persen” paparnya menambahkan.

Sedangkan tujuh Kota IHK lainnya mengalami deflasi, yaitu Kota Samarinda 0,17 persen, Balikpapan 0,22 persen), Pontianak 0,34 persen, Banjarmasin 0,40 persen, Tarakan 0,40 persen, Palangka Raya 0,46 persen, dan Tanjung 0,74 persen.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: