Hampir Semua Kelompok Pengeluaran Sumbang Inflasi di Palangka Raya

FOTO : Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro ketika memimpin kegiatan press release, Kamis (02/6/2022)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Mei 2022 secara umum di Kota Palangka Raya menunjukkan adanya peningkatan.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, pada Mei 2022 di Kota Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,93 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,31 pada April 2022 menjadi 111,34 pada Mei 2022.

“Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 3,25 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 4,86 persen,” kata Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Kamis (02/6/2022)

Inflasi bulanan 0,93 persen di Palangka Raya, lanjutnys terjadi karena peningkatan nilai indeks harga konsumen hampir di semua kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok rekreasi, budaya, dan olahraga 2,78 persen.

kelompok makanan, minuman, dan tembakau 1,86 persen, kelompok
informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,00 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,85 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,80 persen,

kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,63 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,40 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,37 persen, kelompok transportasi 0,16 persen, dan kelompok kesehatan 0,01 persen.

“Untuk kelompok pendidikan terpantau tidak mengalami perubahan indeks harga. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Palangka Raya pada Mei 2022 antara lain Ikan patin, ikan nila, telepon seluler, daging babi, bioskop, ikan gabus, ikan asin telang, semen dan cat tembok,” bebernya.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dan memperlambat laju inflasi antara lain Jeruk, anggur, bumbu masak jadi, tas sekolah, kangkung, pepaya, pembersih atau penyegar, apel, teh dan handuk.

Inflasi tahun kalender 3,35 persen terjadi karena peningkatan indeks kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 4,97 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,29 persen, dan kelompok transportasi 4,16 persen. Inflasi tahun ke tahun 4,86 persen di Palangka Raya disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen pada beberapa kelompok pengeluaran, antara lain pada kelompok transportasi 8,41 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau 6,09 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 5,90 persen. Searah dengan Palangka Raya, perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2022 di Sampit secara umum juga menunjukkan adanya peningkatan.

Berdasarkan hasil pemantauan
BPS, pada Mei 2022 di Sampit mengalami inflasi sebesar 0,94 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,15 pada April 2022 menjadi 114,21 pada Mei 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 3,48 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 7,23 persen. Inflasi bulanan 0,94 persen di Sampit terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

Yakni pada kelompok makanan, minuman dan tembakau
1,93 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,73 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,50 persen, kelompok transportasi 0,39 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,38 persen, kelompok kesehatan 0,17 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,11 persen.

Sementara itu, kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga sedangkan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan indeks harga dan memberikan andil inflasi di Kota Sampit pada Mei 2022 antara lain ikan nila, ikan patin, minyak goreng, cabai rawit, telur ayam ras, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, rokok kretek filter, pemeliharaan atau service dan rokok kretek filter.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan indeks harga dan memperlambat laju inflasi antara lain daging ayam ras, bawang putih, beras, minuman ringan, ikan selar/ikan tude, jengkol, rimbang atau tengkokak, apel, susu cair kemasan dan anggur.

Inflasi tahun kalender 3,48 persen terjadi karena peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran, yaitu pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 5,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,87 persen, Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,34 persen, serta kelompok transportasi 3,77 persen.

“Inflasi tahun ke tahun 7,23 persen disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 17,62 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau 7,49 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 6,60 persen,” katanya menambahkan.

Indeks harga konsumen pada level pedagang eceran Provinsi Kalimantan Tengah dikompilasi berdasarkan gabungan dua kota rujukan, yakni Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

Selama Mei 2022, tercatat telah terjadi inflasi sebesar 0,93 persen atau mengalami peningkatan indeks harga konsumen yang semula bernilai 111,36 bulan April 2022 menjadi 112, 40 bulan Mei 2022.

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 tercatat sebesar 3,34 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 tercatat sebesar 5,74 persen.

Inflasi bulanan 0,93 persen ini disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,90 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,87 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,66 persen, kelompok perlengkapan.

Peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,64 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,59 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,56 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,51 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,43 persen, kelompok transportasi 0,26 persen, dan kelompok kesehatan 0,07 persen.

“kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga. Inflasi tahun kalender 3,34 persen disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,46 persen dan kelompok perlengkapan,
peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga 4,36 persen,” lanjut Eko lebih dalam.

Inflasi tahun ke tahun 5,74 persen diakibatkan oleh peningkatan indeks kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 7,27 persen dan kelompok transportasi 7,11 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 untuk Kota Palangka Raya adalah sebesar 3,25 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 tercatat 4,86 persen.

Sementara tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2021 Mei 2021 terhadap Desember 2020 adalah sebesar 1,00 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun 2021 Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,21 persen. Peningkatan nilai inflasi di Palangka Raya pada tahun ini dibandingkan tahun lalu antara lain disebabkan kenaikan harga akibat adanya beberapa permasalahan terkait supply, distribusi, dan transportasi pasca lebaran.

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 untuk Kota Sampit adalah sebesar 3,48 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 7,23 persen.

Sementara tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2021 Mei 2021 terhadap Desember 2020 adalah sebesar 0,96 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,98 persen.

Peningkatan nilai inflasi di Sampit pada tahun ini dibandingkan tahun lalu antara lain juga disebabkan kenaikan harga akibat adanya beberapa permasalahan terkait supply, distribusi, dan transportasi pasca lebaran.

Inflasi tahun kalender Mei 2022 terhadap Desember 2021 untuk gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 3,34 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 sebesar 5,74 persen.

Sementara tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2021 Mei 2021 terhadap Desember 2020 adalah 0,98 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun 2021 Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,50 persen.

Peningkatan nilai inflasi pada tahun ini dibandingkan tahun lalu antara lain disebabkan kenaikan harga akibat adanya beberapa permasalahan terkait supply, distribusi, dan transportasi pasca lebaran.

Bahan makanan pada Mei 2022 di Palangka Raya mengalami inflasi bulanan sebesar 2,17 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 116,90 pada April 2022 menjadi 119,44 pada Mei 2022 dan inflasi tahun kalender sebesar 3,56 persen.

Inflasi bahan makanan untuk tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 untuk komponen bahan makanan tercatat sebesar 5,64 persen.

Begitu pula Sampit yang mengalami inflasi bulanan sebesar 2,43 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 115,30 pada April 2022 menjadi 118,10 pada Mei 2022 dengan inflasi tahun kalender sebesar 5,49 persen. Inflasi bahan makanan untuk tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 tercatat sebesar 8,07 persen.

Komponen energi pada Mei 2022 di Palangka Raya mengalami inflasi bulanan sebesar 0,00 persen dengan nilai IHK sebesar 102,47 pada Mei 2022.

Inflasi tahun kalender untuk
komponen energi tercatat sebesar 6,02 persen. Besaran nilai inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021 tercatat sebesar 5,76 persen.

“Begitu pula Sampit yang mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 103,92 pada April 2022 menjadi 104,44 pada Mei 2022 dengan inflasi tahun kalender sebesar 5,74 persen. Sementara untuk inflasi tahun ke tahun Mei 2022 terhadap Mei 2021, komponen energi juga mengalami inflasi sebesar 6,69 persen,” tutupnya.(a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: