Minimnya Gaji Sejumlah Guru Honorer Jadi Sorotan Legislator Provinsi

FOTO: Ketua Komisi III DPRD Kalteng, bidang pendidikan dan kesehatan, Duwel Rawing.

 

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Persoalan minimnya gaji sejumlah guru honorer di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) nampaknya, mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Kalteng, bidang pendidikan dan kesehatan, Duwel Rawing, saat dibincangi awak media Kamis (5/11/2020).

Menurut Politisi Senior dari fraksi Partai PDI-Perjuangan ini mengatakan, sampai saat ini masih ditemukan sejumlah guru honorer yang berpenghasilan minim. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pemerintah dapat mencarikan solusi, yakni dengan meningkatkan gaji guru honorer, yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

“Pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan guru honor yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng. karena, gaji yang diberikan kurang layak dan perlu ditingkatkan,” Ucapnya saat berada di gedung DPRD Kalteng.

Hal ini merupakan salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat, saat mereka melaksanakan reses ke daerah, belum lama ini. dikatakan, dalam reses ke berbagai wilayah kabupaten masih ditemukan guru-guru di wilayah ini masih menerima gaji atau honor yang kurang layak.

“Mohon diperhatikan honor guru-guru pengajar di desa-desa yang ada di Kalteng. Selama ini mereka masih menerima gaji yang kurang layak, kita harapkan ada peningkatan dari pemerintah,”harap legislator senior Fraksi PDI Perjuangan Kalteng ini di gedung dewan, kemarin.

Selain masalah tenaga honorer, menurut Duwel, masyarakat juga mengharapkan adanya pembangunan gedung sekolah satu atap (Satap) di desa-desa yang jauh dari ibukota kabupaten ataupun kecamatan.

“Pembangunan sekolah satu atap SMP-SMA sangat penting, agar anak-anak di desa-desa juga bisa bersekolah. Tidak harus ke ibukota kabupaten atau kecamatan yang jauh,” Ungkapnya.

Anggota DPRD Kalteng dari daerah pemilihan (Dapil) IV, meliputi Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini mengatakan, masyarakat juga meminta agar adanya perbaikan atau rehab bagi sekolah-sekolah yang sudah rusak parah atau memprihatinkan.

“Kami melihat cukup banyak sekolah yang butuh perbaikan, karena faktor usia. Kami harapkan agar dinas terkait terus menginventarisir sekolah-sekolah yang perlu perbaikan kedepan,” Tutupnya sekaligus pula menyarankan, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah terkait. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: