Jelang PILKADA 2020, Dewan Provinsi Sampaikan Hasil Monitoring Kesiapan di Kotim

FOTO: Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Sugiyarto.

 

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Sejumlah daerah di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan diri, siap menggelar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak tahun 2020, pada tanggal 9 Desember mendatang.

Begitupun halnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) juga siap menggelar PILKADA serentak tahun 2020, yakni Pemilihan Gubernur (PILGUB) dan Pemilihan Bupati (PILBUP) Kotim.

Hal ini disampaikan anggota Komisi I bidang pemerintahan, hukum dan keuangan DPRD Kalteng H Sugiyarto usai melaksanakan monitoring persiapan pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 di gedung dewan, kemarin.

Legislator Fraksi Gerindra Kalteng ini menyampaikan bahwa secara umum petugas KPU Kabupaten, Banwaslu dan KPPS dan pihak terkait dalam pelaksanaan Pilkada baik Pilgub dan Pilbub pun juga sudah siap, tinggal menunggu intruksi lebih lanjut dari tingkat provinsi.

Disampaikan mantan Wakil Bupati Lamandau ini, bahwa yang perlu di tingkatkan adalah pengawasan protokol kesehatan khususnya saat pelaksanaan kampanye atau pengumpulan massa.

“Kadang masyarakat yang hadir saat kampanye sulit di prediksi dan di batasi oleh petugas. Namun kami melihat dan memberi apresiasi kepada petugas KPU, Banwaslu dan instansi terkait bersama panitia kegiatan, yang tetap aktif menghimbau menjaga jarak dan serayah memberikan masker bagi warga yang datang tapi tidak punya masker,” Ucapnya, Kamis (29/10/2020).

Wakil rakyat asal pemilihan Kalteng III Kabupaten Kobar, Lamandau dan Sukamara ini menghimbau kepada segenap elemen  masyarakat baik tim sukses pasangan calon untuk tetap berkampanye santun dan mengedepankan visi dan misi baik saat kampanye terbuka ataupun di media sosial (Medsos).

“Saat hari pencoblosan siapapun yang menang itu adalah pilihan sebagian besar masyarakat. Setelah itu kita semua kembali kepada kehidupan normal seperti biasa. Karena itu diharapkan semua berkampayen secara bijak, santun, jangan ada kampaye yang sifatnya memecah belah, baik melalui Facebook, group WhatsApp dan lainya,”himbaunya.

Diakui Sugiyarto, bahwa memantau atau mengawasi kampanye lewat Facebook lebih sulit dari pada group WhatsApp maupun Twitter.

“Diharapkan bersosialisasi atau berkampanye lewat Facebook agar berhati-hati, mari bersama menjaga kedamaian dan ketentraman masyarakat Kalteng,”pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: