PPS UPR Terus Lakukan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19

FOTO : Direktur PPS UPR, Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP (dokumen/beritakalteng.com)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Sejak beberapa bulan yang lalu, Program Pascasarjana (PPS) Universitas Palangka Raya (UPR) telah berinisiatif menyediakan sarana prasarana dalam penerapan protokol kesehatan, seperti menyediakan sarana mencuci tangan (wastafel, red).

Kemudian, hand sanitizer, yang bisa ditemui di seluruh sudut ruangan, serta beberapa himbauan wajib menggunakan masker selama berada di lingkungan PPS UPR.

Hal tersebut merupakan wujud keseriusan untuk turut mencegah terjadinya penularan COVID-19 di lingkungan kampus Universitas Palangka Raya, terlebih di lingkungan PPS.

“Langkah pencegahan penularan pandemi COVID-19 di lingkungan PPS UPR, tidak hanya sampai disitu. Karena, kami Kedepannya, akan terus melakukan berbagai upaya-upaya lainnya juga,” Kata Direktur PPS UPR, Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP ketika diwawancarai, selasa (27/10/2020).

FOTO : penyemprotan larutan disinfektan, ke seluruh ruangan yang ada di lingkungan PPS UPR, selasa (27/10/2020)

Tidak hanya sekedar menyediakan sarana dan prasaran penerapan protokol kesehatan saja, tetapi pihak PPS UPR juga melakukan penyemprotan larutan disinfektan, ke seluruh ruangan yang ada di lingkungan PPS UPR.

Hal ini, dimaksudkan juga dalam rangka mendorong pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan kampus, guna mempersiapkan SDM yang unggul, seturut motto PPS UPR, yakni ‘Harati Bacahaya Kilau Bintang’ menuju UPR Jaya Raya.

Disinggung terkait adanya surat edaran Rektor UPR Nomor 4588/UN24/TU/2020 tanggal 26 Oktober 2020 terkait pemberlakuan Lockdown Terbatas dilingkungan kampus sejak 26 Oktober sampai dengan 7 November 2020.

Guru Besar yang penuh trobosan ini menambahkan, Kendati demikian, Pelayanan yang diberikan oleh PPS UPR tetap berjalan seperti biasanya, namun tetap dibatasi sesuai dengan suarat edaran yang disampaikan.

Lebih lanjut, Guru Besar berparas cantik dengan senyum manisnya ini mengatakan, untuk kegiatan belajar mengajar, masih dilakukan dengan memadukan cara luring atau tatap muka terbatas, dan dalam jaringan melalui video conference.(A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: