Solusi Permasalahan Lahan Gambut, UPR Kembangkan Mobil Multifungsi

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Sebagai lembaga pendidikan tinggi, yang selalu menjunjung nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Palangka Raya (UPR), tidak ada hentinya untuk berinovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seperti yang dilakukan oleh dosen Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR Andi Bustan, yang berhasil mengembangkan mobil multifungsi, dari berbagai bahan rongsok.

Mobil multifungsi berdaya 8,5 PK ini, bertransmisi 3 (tiga) percepatan. Yang diharapkan, dapat menjadi salah satu solusi untuk berbagai kebutuhan pengangkutan, di lahan gambut.

Menurut dosen Prodi Fisika FKIP UPR Andi Bustan menyampaikan, hal yang melatarbelakangi untuk mengembangkan mobil multifungsi ini adalah, dari pengalamannya selama di lapangan, terutama di area perkebunan kelapa sawit.

Dimana, para pekerja kerap mengeluhkan berbagai kendala di lapangan. Seperti, kendala pengangkutan hasil kebun. Karena, selama ini dalam pengangkutan dari titik pohon ke tempat pengumpulan, hanya mengandalkan arco, dan itupun kapasitasnya cukup terbatas, yaitu hanya sekitar 30 hingga 40 kilogram saja.

Dengan pola kerja seperti itu, maka kurang efektif dan sangat memakan waktu dan biaya. Tentunya, hal itu sangat tidak dianjurkan, sebabnya itu akan berdampak pada cost (biaya,red) yang besar.

“Adanya kondisi demikian, maka saya pun berupaya untuk menemukan salah satu solusinya, yaitu dengan mengembangkan sebuah alat transportasi pengangkut, yang dapat bekerja optimal di area gambut,” terang Andi Bustan, Jumat (13/09).

Lebih lanjut, Andi juga menjelaskan secara ringkas mobil multifungsi hasil pengembangannya. Dimana, rangka mobil multifungsi ini, diambil dari rangka mobil rongsokan, yang dinilai sudah tidak berguna lagi.

Ia juga menambahkan, sebagian besar onderdil, mobil ini diambil dari berbagai barang bekas, seperti gear box yang digunakan berasal dari mobil tahun 80 an, yang sudah tidak terpakai lagi.

“Memang, saat ini sudah ada pabrikan mobil yang sering digunakan untuk kondisi tersebut. Namun, harganya masih relatif tidak terjangkau oleh petani, dan tidak ada mobil modifikasi khusus untuk mengangkut buah sawit,” jelasnya.

Disisi lain, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UPR Prof Dr Sulmin Gumiri PhD mengatakan, ini hanya merupakan prototype atau ide awalnya saja.

Selain diiharapkan sebagai solusi dari permasalahan pengangkutan hasil kebun kelapa sawit. Mobil ini diharapkan dapat berfungsi untuk kebutuhan lainnya, seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut.

Selain itu, sekedar untuk diketahui bahwa UPR sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti, untuk berfokus pada pengembangan iptek dan inovasi gambut dunia.

Maka, salah satu wujud nyata yang dilakukan oleh UPR, adalah dengan mengembangkan mobil multifungsi, yang diharapkan itu dapat beroperasional, dan berfungsi sebagai alat angkut penanganan karhutla di lahan gambut.

“Mobil multifungsi ini sebagai salah satu perwujudan, pengembangan iptek dan inovasi yang dilakukan oleh UPR dalam iptek dan inovasi gambut. Dan sebagai tindaklanjutnya, kami akan membentuk tim, yang terdiri dari civitas akademika UPR, untuk mengembangkan mobil multifungsi ini,” pungkasnya.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: