Menkopolhukam Apresiasi Penanganan Karhutla di Semua Wilayah

Foto : istimewa

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Menteri Kordinator Politik Hukum dan Ham (Menkopolhukam)  Jenderal TNI (purna) Wiranto, disela-sela kunjungannnya ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berkesempatan menghadiri rapat terpadu Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng, yang terlaksana di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut, Jumat (23/08) pagi ini.

Pada kunjungannya, Menkopolhukam Jenderal TNI (purna) Wiranto tidak sendiri, melainkan juga didampingi oleh sejumlah pejabat negara lainnya, seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto SIP, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Letjen TNI (purna) Doni Monardo.

Saat tiba di Bandara Tjilik Riwut, rombongan Menkopolhukam disambut langsung, oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Pangdam XII Tanjung Pura Mayjen TNI Herman Asaribab.

Komandan Satgas Karhutla Kalteng yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 102/Pjg Kolonel Arm Saiful Rizal, Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin, beserta unsur SOPD dan Forkompinda Kalteng.

Dalam rapat terpadu tersebut, Menkopolhukam Jenderal TNI (purna) Wiranto menyampaikan, beberapa waktu yang lalu, pemerintah pusat telah melaksanakan rapat terpadu pengendalian dan penanganan karhutla.

“Kita bersyukur, apa yang telah disampaikan pada rapat waktu itu, sudah dapat terlaksana di wilayah Kalteng ini. Saya juga mengapresiasi akan hal itu,” kata Wiranto, saat memberikan arahan, dalam rapat terpadu, di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut.

Lanjut Wiranto juga mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa Indonesia memiliki kawasan hutan yang  sangat luas. Sehingga, itu diperlukan sebagai paru-paru dunia.

Dan, apa jadinya apabila paru-paru dunia ini terganggu, maka dampaknya pun, tidak hanya dirasakan secara domestik, melainkan itu juga berdampak kepada dunia.

“Tentunya, semua aktifitas akan menjadi terganggu, dan oleh karena itu, karhutla ini harus segera ditangani dan dikendalikan,” tegasnya.

Dikatakannya, seperti yang diketahui bersama, penyebab utama karhutla ini, didominasi oleh aktivitas manusia. Untuk, menyikapi hal itu maka diperlukan sebuah tindakan hukum tegas, tanpa pandang bulu.

“Ketika, adanya tindakan tegas, maka akan memunculkan efek jera. Dan ketika efek jera timbul, maka akan berdampak, pada berkurangnya karhutla,” ucapnya.

Disampaikannya, Ia sangat mengapresiasi semua pihak yang sudah berupaya, dalam menanggulangi dan menangani karhutla di semua wilayah, termasuk di Kalteng.

Harapannya, tugas dan koordinasi tersebut agar dapat terus dipertahankan, dan berjalan. Untuk bersama-sama menangani dan menanggulangi karhutla.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang, sekaligus ucapan terima kasih, atas kunjungan Menkopolhukam Jenderal TNI (purna) Wiranto beserta rombongan ke Provinsi Kalteng, Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila.

H Sugianto Sabran mengatakan, kemarau tahun 2016, 2017 dan 2018 lalu, tidak lah se kering kemarau di tahun 2019 ini.

“Patut kita syukuri, meski berdasarkan proyeksi dari BMKG, yang memperkirakan pada bulan ini potensi hujan hampir tidak ada. Namun nyatanya, beberapa hari lalu, berkat rahmat allah swt, Kota Palangka Raya dan beberapa wilayah sekitarnya pun turun hujan.”

“Sehingga, sangat berpengaruh pada penurunan sejumlah titik hotspot, terutama di wilayah Kota Palangka Raya. Dimana, kondisi ini sangat jauh menurun, jika dibandingkan sekitar 1-2 bulan lalu, yang titik hotspot nya masih cukup luar biasa,” ujar H Sugianto Sabran.

Ditambahkannya, pemprov Kalteng juga menyediakan dana tidak terduga, yang ada di BPBD Kalteng, yaitu sekitar 20 miliar rupiah. Dimana dana tersebut, digunakan untuk penanganan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: