Turut Promosikan Kalteng, Ini Persiapan AP II dan PT. Garuda

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Mempromosikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tampaknya juga menjadi tanggungjawab dari semua pihak, termasuk pula 2  perusahaan yang menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Garuda Tbk, yang saat ini sudah melakukan berbagai langkah, terlebih lagi ketika nantinya rencana pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia jadi pindah ke Palangka Raya.

“Yang pasti, saat ini PT Angkasa Pura II (AP II), telah mempersiapkan diri. Jadi pindah atau tidak, yang pasti saat ini, bandar udara (bandara) Tjilik Riwut, sudah dikelola oleh AP II,” ujar Plt SGM of Community Development Center PT AP II (Persero), kepada BeritaKalteng.com belum lama ini.

Ia mengatakan, saat ini bandara Tjilik Riwut sudah dikelola oleh PT AP II. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan, mulai perlebaran dan perpanjangan runway, peningkatan terminal bandara dan berbagai peningkatan lainnya.

“Memperbesar bandara, tidak hanya dimaksudkan untuk mempersiapkan diri untuk menjadi calon Ibukota Pemerintahan RI, melainkan juga kesempatan kita, untuk mempromosikan Kalteng, di tingkat nasional maupun internasional. Sekarang, tinggal koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda), mengenai potensi yang sekiranya dapat dikembangkan dan dipromosikan,” terangnya.

Hal senada yang disampaikan oleh VP Coporate Secretary PT Garuda Tbk, M Ikhsan Rosan mengatakan, khususnya maskapai Garuda Indonesia, sudah melayani penerbangan ke Bandara Tjilik Riwut, dengan menggunakan pesawat weight NG.

Ikhsan juga mengatakan, saat ini pun pihak Garuda Indonesia sudah melakukan upaya mempromosikan berbagai potensi daerah-daerah yang ada di Indonesia, termasuk pula Kalteng.

Menjelang ramadhan 1440 H, untuk penerbangan ke dalam maupun ke luar Palangka Raya, saat ini masih belum bisa dipastikan apakah ada penambahan jadwal penerbangan atau ‘flight’, meskipun masih belum diputuskan, yang pasti Garuda Indonesia sudah standby mempersiapkan pesawatnya.

“Ketika ada permintaan meningkat, maka kita pun sudah mempersiapkan pesawat yang siap melayani masyarakat ke dalam maupun ke luar Palangka Raya. Kita akan lihat nanti perkembangannya,” jelas Ikhsan.

Selain itu, ketika diwawancarai dengan adanya surat keputusan No.106, dari Menteri Perhubungan RI, terkait Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB), Ia mengutarakan, bahwa hal itu cukup berat. Sebabnya, hal itu akan berpengaruh pada kinerja pihaknya.

Namun, itu sudah menjadi regulasi atau aturan, otomatis hal itu harus dilaksanakan. “Tapi poinnya, harapannya agar pemerintah melalui Kemenhub RI, juga dapat memberlakukan pada stakeholder yang lainnya. Jangan hanya Garuda saja, kita ditekan turun, tapi yang lainnya juga harus memberikan kontribusi juga. Dalam hal ini, fasilitatornya, pemerintah yang kita harapkan turut berperan,” tuturnya menambahkan.

Kembali ditambahkan Ikhsan, semua yang berkaitan dengan pengoperasiaan pesawat, hendaknya semua stakeholder di Bandara juga berkontribusi menurunkan, sehingga beban maskapai bisa terbantukan.

“Sekarang, Garuda cenderung harus turun 15 persen. Dan, bagi kami itu berat. Padahal kan, kita juga banyak memiliki stakeholder yang lainnya. Harapannya, agar bisa bersama-sama saling membantu, untuk hal ini,” pungkasnya. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: