Bahas Soal CSR, Petinggi Eksekutif Tak Satupun Hadir ?

Beritakalteng.com, SAMPIT- Rapat Kerja pihak Eksekutif dan legislatif bersama 168 Kepala Desa serta PBS, Perkebunan kelapa sawit se Kotim ini, menimbulkan banyak pertanyaan besar yang belum bisa terjawab, baik oleh pihak pemerintah daerah maupun pihak PBS yang hadir dalam rapat, Selasa (17/4) tadi siang.

“Saya sedikit bingung dengan pemerintah daerah seolah-olah rapat membahas CSR ini tidak penting sama sekali, kok para petinggi eksekutif tidak bisa hadir semua,” Ungkap Ketua Komisi II DPRD Kotim di tengah rapat forum CSR tersebut.

Rudianur juga menyindir pihak Pemda setempat, lantaran selama ini hampir semua desa yang ada di Kotim ini, masih belum bisa sepenuhnya merasakan tersalurnya program CSR yang wajib direalisasikan oleh pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Kotim ini.

“Mumpung ada Kades-kades disini, silahkan kita tanyakan ke mereka, apakah desanya sudah merasakan  CSR, bayangkan saja kalau 30 perusahaan kelapa sawit yang ada merealisasikan 1 miliar pertahunnya,” Tegas Rudianur.

Rudianur bahkan sempat menuding adanya pihak dinas terkait yang menyambangi perusahaan dan mendapatkan sebagian dana CSR disetiap perjalanan dinasnya.

“Sebenarnya CSR itu bukan untuk Dinas,tetapi untuk masyarakat, saya tau ada dinas yang pernah datang berkunjung ke perusahaan di kotim ini lalu dimasukan dalam data CSR oleh pihak perusahaan,” Ucapnya.

Rudianur menyebutkan apabila CSR ini sudah tersalurkan dengan baik, tentunya masalah keluhan masyaraksat dan desa tidak akan sampai di lembaga dewan. Seandainya CSR berjalan dengan baik, maka tidak akan terjadi keributan.(So/GK/Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: