Soal Pendidikan Parawista, Ini Penjelasan Kadisdik Kalteng


BeritaKalteng, Palangka Raya- Adanya kritikan yang dilontarkan oleh pemerhati masalah pariwisata, Lely H Tundang, terkait masih minimnya perhatian pemerintah daerah (pemda), terutama dari Dinas Pendidikan (Disdik), akhirnya ditanggapi langsung oleh Kadisdik Provinsi Kalteng, Slamet Winaryo, Kamis (15/02) malam.

Slamet Winaryo mengatakan, masukan yang disampaikan melalui pemberitaan sebelumnya, memang ada benarnya. Dirinya pun sependapat akan hal tersebut, namun perlu diketahui, bahwa pemda khususnya pemrov telah melakukan berbagai upaya, guna mempersiapkan sdm di sektor pariwisata, khususnya melalui bidang pendidikan.

“Pemda tidak akan tinggal diam, sesuai dengan Inpres 09 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sdm di Indonesia, khususnya di Kalteng,” kata Slamet, seusai mengikuti kegiatan pengambilan sumpah jabatan, 5 pejabat pimpinan pratama, di Istana Isen Mulang, Kota Palangka Raya.

Kadisdik provinsi ini juga mengutarakan, langkah yang dilakukan oleh Gubernur Kalteng melalui Dinas Pendidikan Kalteng, yakni dengan mempersiapkan sdm di bidang pariwisata, seperti merivitalisasi sekolah kejuruan, misalnya SMKN 3 Palangka Raya yang memiliki jurusan kepariwisataan.

“Upaya yang dilakukan, yakni dengan melibatkan pihak ketiga, dari perhimpunan hotel di Indonesia, dalam memberikan kesempatan pemagangan bagi para siswa didik, guna belajar dan di latih di berbagai hotel berbintang. Langkah nyata inilah yang akhirnya diharapkan, dapat mempersiapkan sdm bidang pariwisata di Kalteng,” ucap Slamet, saat dibincangi Berita Kalteng.com, didepan pintu masuk aula Istana Isen Mulang (IIM).

Masih banyak lagi langkah yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah provinsi, dalam mempersiapkan sdm pariwisata di Kalteng. Namun, tentunya juga itu haru menjadi perhatian dan pekerjaan bersama yang melibatkan pihak pemda, swasta dan masyarakat, terutama dari para orang tua siswa.

Dirinya pun sangat mengapresiasi, kritikan membangun yang disampaikan, oleh salah seorang pengamat pariwisata, Lely H Tundang. Namun, demikian kiranya masukan itu juga dapat menjadi pertimbangan khusus, dalam membangun dunia pariwisata di Kalteng.

“Adanya hal ini, saya juga tentunya akan berkoordinasi dengan dinas pariwisata provinsi, agar program yang dicanangkan dapat saling bersinergi melibatkan lintas sektoral. Jadi, dalam pengembangan dunia pariwisata dan pendidikan dalam penyediaan sdmnya, dapat sejalan seiring,” pungkas Slamet Winaryo. (dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: