Jelang Kemarau, Ditpolair Polda Kalteng Siap Hadapi Karhutla


BeritaKalteng, Palangka Raya- Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng, tentunya melibatkan semua pihak, termasuk pula dari jajaran Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Kalteng. Langkah pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan oleh pihak Ditpolair Polda Kalteng, meliputi kegiatan preemtif dan preventif, di 11 daerah aliran sungai besar, di Kalteng.

Mengingat kawasan gambut secara garis besarnya berada dipinggir bantaran sungai di Kalteng, maka diperlukan cara khusus, dalam upaya penanganan karhutla. Keberadaan Ditpolair Polda Kalteng, dalam tim satgas karhutla, sangat memegang peranan penting. Sebabnya, Ditpolair Polda Kalteng telah memiliki sejumlah kapal yang diperlengkapi dengan kompa-kompa air, serta adanya personil terlatih yang siap menangani karhutla, di daerah-daerah yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai.

Menurut Dirpolair Polda Kalteng Kombes Pol Badarudin, dirinya mengatakan Ditpolair Polda Kalteng juga menjadi bagian dari tim satgas karhutla. Langkah preemtif yang dilakukan oleh pihak Ditpolair Polda Kalteng, antara lain dengan menurunkan personil Binmas Polair ke desa-desa yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai.

“Personil Binmas Polair saat berada dilapangan, sering melakukan sosialisasi terkait upaya pencegahan karhutla. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai, dapat memiliki pemahaman dan kesadaran untuk mencegah terjadinya karhutla,” terang Badarudin, Minggu (11/02) sore.

Lebih lanjut Badarudin menjelaskan, karhutla di Kalteng juga kerap terjadi, dikarenakan ulah para pemancing ikan yang sering menyalakan api untuk sekedar menghangatkan badannya. Namun, api yang menyala mungkin saja terus dibiarkan, bahkan ditinggalkan hingga menimbulkan api besar, sampai menyebar dan membesar, akhirnya menyebabkan terjadinya karhutla di daerah sekitarnya.

“Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab, sering terjadinya karhutla di sejumlah titik yang berada, di sepanjang bantaran sungai. Kami juga sering menghimbau, agar masyarakat pada saat memancing atau berladang untuk tidak membakar dan menyalakan api,” kata Badarudin.

Selain itu, kapal-kapal yang dimiliki oleh Ditpolair Polda Kalteng sangat bervariasi. Bahkan ada juga yang bisa mengangkut sepeda motor yang telah dimodifikasi, dilengkapi dengan alat-alat pompa pemadam karhutla. Dengan menggunakan kapal, maka dapat mengangkut sepeda motor tersebut dan semakin mendekatkan ke titik-titik api.

Tambahnya, diminta agar masyarakat dapat selalu berhati-hati dan senantiasa waspada dalam menyalakan api. Masyarakat diminta, agar lebih bijaksana dalam menyalakan api, terlebih pada saat memancing maupun pada waktu membuka lahannya.(dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: