Ijin Konsesi Pemicu Konflik Manusia dengan Satwa Orangutan

BeritaKalteng, Palangka Raya- sehubungan adanya pembunuhan terhadap spesies orangutan yang terjadi di Daerah Barito Selatan dengan motif merasa terancam dan diserang oleh orangutan ketika hendak menyadap karet dikebun sendiri beberapa minggu di Daerah Barito Selatan.

Dua warga Desa Rambang Kecamatan Dusun Utara berinisial T dan inisial M terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Karena diduga kuat melakukan pembunuhan orangutan dengan cara menembakan peluru senapan angin dan juga menebas leher dengan sebilah parang.

Jika motif yang disampaikan oleh pelaku demikian adanya. Tentu menjadi perhatian bersama kedepan, bagaimana konflik yang terjadi antara warga masyarakat dengan spesies yang dilindungi seperti orangutan tidak terjadi lagi.

Hal ini juga menjadi perhatian serius bagi sejumlah organisasi terkait seperti Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng. Bagaimana memberikan Edukasi ke warga masyarakat mengenai spesies orangutan yang dilindungi khsusunya warga masyarakat yang berada di area kawasan rawan konflik.

“Memang edukasi menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita semua. Kita tau sendiri, Kalteng memiliki Wilayah cukup luas. Persan serta media sangat penting sekali untuk menyampaikan kepada masyarakat, kalau orangutan merupakan satwa yang dilindungi” jelas Meneger BOS Kalteng Denny Kurniawan baru-baru ini

Dirinya menambahkan, selama ini BOS sudah melakukan komunikasi intensif, koordinasi, dan pemberdayaan dengan warga sekitar area pelepasliaran orangutan. Bahkan pihak mengaku memperkerjakan warga masyarakat.

Denny juga menginformasikan, data orangutan yang berada di yayasan BOS, 40 persen berasal dari Perusahaan, dan sisanya 60 persen berasal dari masyarakat. Namun ketika di overlay atau pemetaan, ternyata 60 persen orangutan berada diarea lahat perkebunan kelapa sawit.

“Artinya, yang sering terjadi konflik adalah dilokasi-lokasi ijin konsesi kelapa Sawit. Forum Orangutan Indonesia sudah memiliki pemetaan sebaran orangutan, peta konflik orangutan dengan manusai di Kalteng, tinggal didistribusikan kesemua pihak terutama ke Aparat Kepolisian bagaimana dengan peta yang ada kita bersama-sama bekerja” paparnya menambahkan.

Hal senada juga disampaikan oleh oleh Kepala Kepolisian Polda Kalteng Brigjen.Pol.Anang Revandoko, dalam waktu dekat juga akan melakukan pemetaan kawasan Wilayah orangutan dan kawasan Wilayah pemukiman warga.

“Kita bersama akan melakukan pemetaan wilayah yangmana aja kawasan orangutan dan kawasan pemukiman warga, sehingga kedepan tidak terjadi lagi konflik antara warga masyarakat dengan orangutan” tutup Anang Revandoko.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: