Desember 2017, Aktivitas Penumpang Udara Alami Kenaikan

 

BeritaKalteng, Palangka Raya- Arus lalu lintas penumpang pada bulan desember 2017 untuk Wilayah Kalimantan Tengah mengalami peningkatan yakni sebesar 5,82 persen. Sementara untuk barang juga mengalami peningkatan 10,10 persen.

Tidak hanya itu, aktivitas penumpang datang ke Kalteng pada bulan Desember 2017 mengalami kenaikan yakni 1,20 persen, sementara penumpang yang berangkat sebesar 10,30 persen.

Hal tersebut dipengaruhi dengan adanya kenaikan frekuensi penerbangan sebesar 0,65 persen, yakni dari 2.007 kali penerbangan selama November 2017 menjadi 2.020 kali penerbangan selama Desember 2017.

Sedangkan kenaikan pada arus lalu lintas barang, terjadi pada volume bongkar barang sebesar 5,62 persen dan muat barang sebesar 19,26 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu terjadi kenaikan frekuensi penerbangan sebesar 7,06 persen dari 21.183 kali penerbangan menjadi 22.679 kali penerbangan selama periode Januari-Desember 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Hanif Yahya menjelaskan, Kenaikan tersebut diikuti oleh meningkatnya jumlah penumpang dan barang masing-masing sebesar 15,91 persen dan 11,16 persen.

“Kenaikan terjadi pada penumpang datang sebesar 16,51 persen dan penumpang berangkat sebesar 15,31 persen. kenaikan juga terjadi pada volume bongkar dan muat barang masing-masing sebesar 12,48 persen dan 8,85 persen.” ujar Hanif Yahya Kamis (01/02).

Dari beberapa layanan pelabuhan udara yang beroperasi hingga Desember 2017, jelasnya menambahkan,frekuensi arus lalu lintas penumpang masih didominasi oleh pelabuhan udara Tjilik Riwut yakni mencapai 90.113 orang atau 51,52 persen dari keseluruhan jumlah penumpang.

Tingkat preferensi penumpang yang juga masih cukup tinggil adalah melalui pelabuhan udara Iskandar Pangkalan Bun yakni 58.376 orang atau 33,38 persen, diikuti oleh H. Asan Sampit berjumlah 26.082 orang atau 14,91 persen, dan pelabuhan udara lainnya berjumlah 333 orang 0,19 persen.

Pada bulan yang sama, arus lalu
lintas barang juga masih didominasi pelabuhan udara Tjilik Riwut mencapai 1.116 ton atau 57,25 persen, diikuti oleh Iskandar Pangkalan Bun berjumlah 564 ton atau 28,93 persen, H. Asan Sampit
berjumlah 267 ton atau 13,69 persen, dan pelabuhan udara lainnya berjumlah 2,00 ton 0,13 persen.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: