Apel Danramil dan Babinsa, Naudi : TNI Harus Netral

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- Guna memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat sehingga menciptakan RAK Juang yang tangguh di masing-masing Daerah khsusunya di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Korem 102/Panju Panjung melaksanakan kegiatan Aple Danramil dan Babinsa Jum’at (08/12).

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 08-10 Desember 2017 di area Bumi Perkemahan Sebaru Kota Palangka Raya ini, di ikuti lebih kurang 313 peserta. apel Danramil dan Babinsa merupakan moment yang sangat penting dalam menyamakan visi, misi dan persepsi serta.

Untuk menjabarkan dan menindaklanjuti pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD untuk dijadikan pedoman dalam kegiatan sehari-hari, sehingga apa yang diharapkan oleh Pimpinan TNI AD dapat terwujud sesuai harapan.

Hal inilah yang disampaikan Danrem 102/Pjg, Kolonel.Arm. H.M. Naudi Nurdika dalam sambutanya ketika membuka kegiatan Apel Danramil dan Babinsa. Dengan harapan, seluruh aparat Kowil dapat mengekploitasi dirinya untuk dapat berkomunikasi dengan semua komponen masyarakat.

“sehingga terjalin sinergitas yang kuat guna memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat sehingga tercipta RAK Juang yang tangguh di wilayah masing-masing. Danramil dan Babinsa harus memahami pelaksanaan pembinaan teritorial secara menyeluruh.” kata Naudi Nurdika.

Lanjutnya, bukan semata-mata hanya berupa komunikasi sosial saja, akan tetapi Binter yang dilaksanakan secara utuh dan berkualitas yaitu Binter yang terwujud dari cara berfikir selalu positif dan membangun, bertutur kata yang sopan, ramah dan komunikatif, bersikap disiplin, tegas dan berwibawa, bersahaja/rendah hati, dan penuh etika.

Dan kesemuanya itu, Ujar Naudi menambahkan, akan tampak dalam tindakan/perbuatan yang nyata dan benar-benar menunjukkan jati diri sebagai seorang prajurit sejati yang dapat menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Dengan adanya apel kali ini diharapkan kepada seluruh unsur Danramil dan Babinsa agar dapat lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi situasi yang berkembang di wilayah masing-masing, terlebih dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun 2018.

“Dalam menghadapi tahun Politik saat ini, khsusunya Pilkada 2018 di 10 Kabupaten dan 1 Kota di Wilayah Kalteng termasuk Pemilu 2018 merupakan titik berat serta fokus materi yang akan dibahas, selain ada juga nantinya materi-materi lain seperti Karhutla, BNN dan lain sebagainya” paparnya menambahkan.

Dalam menghadapi Pelaksanaan Pilkada 2018, kembali disampaikan lebih dalam, ada dua hal yang menjadi fokos pembahasan. Pertama Untuk kedalam, dan untuk keuar. Kedalam lebih kepada pembinaan satuan khsusunya peningkatan teritorial petugas dilapangan.

Tentunya prajurid TNI harus netral. Anggota TNI yang bertugas di Daerah khsusunya Danramil dan Babinsa, harus tau persis tahapan Pilkada 2018. Sehingga ketika melaksanakan pengamanan akan lebih mudah. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari kajian kerawanan di setiap-tiap tahapan sekaligus pemetaan kerawanan lainya.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: