Keberhasilan Penanganan Karhutla 2017, Dukungan Semua Pihak

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- pelaksanaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh Jajaran Korem 102/Pjg bersama Instansi serta Badan terkait khsusunya diwilayah Provinsi Kalteng tahun 2017 dapat dikatakan berhasil. Hal tersebut tentunya ditandai dengan turunnya titik hotspot secara drastis.

Pencapaian keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, dukungan Kepala Daerah Bupati dan Walikota, efektiv nya Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dalam bekerja serta kesadaran seluruh masyarakat yang cukup tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla, Kolonel. Arm.H.M Naudi Nurdika dalam kegiatan konfresi pers usai menggelar tatap muka bersama unsur FKPD dalam rangka penanggulangan bencana alam Karhutla Provinsi Kalteng tahun 2017, di Ma Korem 102/Pjg Kota Palangka Raya.

Naudi Nurdika menyampaikan, secara umum pelaksanaan dilapangan tidak terjadi kendala. Hanya saja ada beberapa masyarakat yang menyampaikan boleh tidaknya membuka lahan dengan membakar dan sebagainya.

“Lambat laun masyarakat akan tau, persoalanya bukan membakarnya. Akan tetapi asap dari membakar lahan itulah yang berbahaya bagi orang lain.” jelas Danrem 102/Pjg ini disela kegiatan simulasi latihan posko rabu (22/11)

Dilain pihak, Kalaksa BPBPK Provinsi Kalteng, H.Darliansyah ketika itu menyampaikan, pelaksanaan pelatihan posko yang dilaksanakan oleh jajaran TNI Korem 102/Pjg dengan maksud meningkatkan koordinasi antara Komandan dengan Staf sangat bagus sekali.

“Untuk mengevaluasi persoalan yang terjadi dilapangan serta mencari solusi dengan cepat, di latihan posko inilah kelihatan semua. Saya peribadi serta padangan dari Pemerintah Daerah, tingkat Koordinasi antara TNI, Polri, Instansi, Badan serta pemangku kepentingan lainya sangat bagus” jelas Darliansyah.

Dia berharap kedepanya posko yang ada lebih dimantapkan lagi. Berkaitan dengan status darurat penanganan Karhutla sendiri, lanjutnya menambahkan, Pemerintah sudah mencabut status tersebut sejak 28 Oktober 2017 kemarin.

Sementara itu, Kepala UPT Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, I Wayan Mustika memprediksi sejumlah Wilayah terjadi musim penghujan terjadi pada awal bulan Oktober, dan ada juga musim penghujan di akhir bulan November dengan intensitas dari normal sampai di atas normal.

“Ada beberapa Daerah Utara seperti Gunung Mas, Barito Utara dan sekitarnya diperidiksi intensitas curah hujanya diatas normal. Kemudian di tahun 2018 nanti, faktor cuaca sangat dinamis sekali. Sehingga musim kemarau belum bisa ditentukan, namun kondisi normalnya wilayah Kalteng lebih panjang musim penghujanya dari pada musim kemaraunya” tutupnya.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: