Dewan Kota Ingatkan Penyelenggara PILKADA Pentingnya Terapkan Prokes secara Maksimal

FOTO: Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya yang membidangi pemerintahan dan keuangan Sudarto.

 

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kalteng serentak Tahun 2020 ini, dinilai cukup menantang. Pasalnya, PILKADA Kalteng tahun ini, diselenggarakan di tengah bencana non alam, yakni pandemi COVID-19.
Oleh sebab itu, penyelenggaraan PILKADA Kalteng Tahun 2020, dapat dilaksanakan dengan mengedepankan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.
Hal ini seperti diutarakan oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya yang membidangi pemerintahan dan keuangan Sudarto, saat dibincangi awak media belum lama ini.
“Kami meminta, kepada pihak penyelenggara PILKADA Kalteng, agar dapat mengedepankan Prokes COVID-19 secara maksimal, saat 9 Desember 2020 mendatang. Jangan sampai pestra demokrasi menjadi klaster baru persebaran Covid-19,” Ucap Sudarto, Minggu (18/10/2020).
Lebih lanjut, Sudarto juga mengatakan, permasalahan pandemi COVID-19 ini, sama sekali tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Maka dari itu, pihaknya berharap kepada pihak penyelenggara, nantinya setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus melengkapi serta mengedepankan Prokes COVID-19.
“Saat hari pelaksanaan nanti, perlu ditekankan kembali agar melakukan kebijakan physical distancing, tidak melakukan kerumunan, serta himbauan kepada masyarakat, yang masuk dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT),” Katanya menambahkan.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan, sambung Sudarto, adalah pemilih pemula, yang masih perlu dipandu dalam tahap proses pemilihan.
Selain kepada masyarakat, pihaknya juga meminta kepada para petugas TPS, agar diberi penekanan untuk menerapkan protokol kesehatan saat bertugas.
Menurutnya, meski banyak yang mengatakan usia muda memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang masuk dalam kategori pemilih pemula ini juga dapat terinfeksi virus corona apabila tidak dengan benar menerapkan protokol kesehatan.
“Misalkan saat berada di TPS, mereka tidak menggunakan masker, kemudian tidak juga membawa handsanitizer, bahkan fatalnya lagi sampai dirumah lupa mencuci tangan,” Imbuhnya.
Apalagi, lanjutnya, masyarakat yang sudah pernah mengikuti tahapan pilkada pasti mengetahui TPS yang ada, digunakan secara bergantian oleh warga yang mengikuti pencoblosan.
Siapapun tidak ada yang tahu, apabila ada salah satu dari sekian banyak terdapat Orang Tanpa Gejala (OTG) atau terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada lingkup itu nantinya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: