UPR Terus Dorong Implementasi Kebijakan Nasional Merdeka-Belajar

FOTO : Rektor UPR, Dr Andrie Elia

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA – Sebagai Perguruan Tinggi Negeri dan terbesar di Kalimantan Tengah, akan terus berkomitmen mendorong proses pembelajaran otonom dan fleksibel. Bahkan menciptakan kultur budaya belajar yang inovatif, tidak mengekang.

Hingga kedepannya, lulusan UPR sesuai dengan kebutuhan serta link and match dengan dunia kerja. Kampus merdeka adalah tujuan utama dari kebijakan nasional merdeka belajar.

Ini disampiakan Rektor UPR, Dr Andrie Elia ketika mengikuti kegiatan simposium dengan tema Dayak Bercerita 65 Tahun Dirib­aan Bangsa Indonesia. Kegiatan yang digelar melalui media online dilaksanakan bersama Forum Pemuda Kalteng (FORPEKA), belum lama ini.

“UPR hari ini sedang memba­ngun dan mengembangkan Uni­versitas Palangka Raya agar dapat turut mengimplementasi kebijakan Nasional merdeka-belajar, kam­pus-merdeka yang dicanangkan pemerintah,” kata Elia 

Andrie Elia menyampaikan, UPR mendukung dan mengupay­akan agar terwujudnya kebijakan nasional merdeka belajar-kampus merdeka yang dalam praktek melakukan delapan jenis kegiatan pembelajaran diantaranya adalah magang/praktik indsutri, proyek di desa, pertukaran pelajar, peneli­tian/riset, wirausaha, studi/proyek independen, proyek kemanusiaan dan mengajar disekolah.

“Sekarang kita sedang berjuang dan berjibaku dengan waktu untuk membangun dan mengembangkan UPR untuk mewujudkan Pen­didikan Kalteng yang baik dan berdaya saing,” katanya.

Dilanjutkannya, masyarakat Kalteng kini telah terdorong untuk meningkatkan mutu pendudukan­nya. Ini terlihat dari tingginya partisipasi pemuda Kalteng yang lulus SMA, kemudian melanjut ke tingkat Perguruan tinggi.

“Untuk memajukan Dayak dan Kalimantan Tengah bahkan Indo­nesia, pendidikan adalah leading sektor. Oleh itu UPR sebagai lembaga pendidikan akan terus mendorong agar seluruh generasi muda Dayak dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya nya, Dayak harus berpikir global dan bertindak lokal. Harus berpikir be­sar untuk memberikan karya-karya konkrit bagi Kalteng dan Dayak,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: