Minta Pasien Covid-19 Dipulangkan, Keluarga Datangi RSJS

Dijaga Ketat : Dijaga ketat puluhan aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD, diskusi antara keluarga pasien Covid-19 dan Tim GTPPC-19 Barsel di RSJS Buntok, Sabtu (13/6/2020), berlangsung alot.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Puluhan Keluarga empat orang pasien positif virus Corona (Covid-19) mendatangi RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, Kabupaten Barito Selatan, meminta keluarga mereka yang saat ini dirawat di RS agar bisa dibawa pulang untuk menjalankan isolasi mandiri di rumah, Sabtu (13/6/2020).

Datangnya puluhan keluarga pasien tersebut, tak pelak menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan RSJS Buntok.

Guna menjaga keamanan berlangsungnya mediasi antara pihak keluarga dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) yang hadir di tempat peristiwa tersebut, puluhan aparat keamanan gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD yang dipimpin langsung oleh Kapolres Barsel AKBP Devy Firmansyah SIK dan Dandim 1012/BTK Letko Inf Tuwadi, terlihat berjaga ketat di sekitar lokasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Eddy Purwanto juga selaku Sekretaris GTTPC-19 mejelaskan kepada awak media, ia membenarkan adanya informasi awal yang menyebutkan bahwa pihak keluarga pasien yang dinyatakan positif covid-19, diduga datang untuk menjemput paksa keempat pasien agar bisa diisolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Berdasarkan hasil koordinasi kita dengan Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan dan direktur RSUD, pada prinsipnya pemda melaui gugus tugas tetap menjalankan protokol kesehatan, artinya bila belum sehat, tugas pemerintah menyehatkan pasien – pasien ini,” tutur Eddy.

Ia kemudian mengatakan, dengan adanya masalah seperti ini diharapkan bisa mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap disiplin sesuai peraturan yang ada, dan mempercayakan penanganan para pasien terinfeksi Sars Cov 2 tersebut kepada para tenaga medis.

“Alhamdulillah setelah dilakukan diskusi dengan keluarga pasien, mereka menerima dan dalam waktu dekat ini hasil swab terakhir akan kita terima, karena sudah dikirim tiga hari lalu dan mudah – mudahan hasilnya (pemeriksaan) bisa kita ketahui. Apalagi kondisi pasien sudah membaik dan bila mereka negatif (pemeriksaan swab) maka akan dikeluarkan,” janjinya.

Mantan Kepala Bappeda Barsel itu, kemudian meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat, agar Covid-19 di Barsel dapat segera teratasi.

Apalagi saat ini, catatan kasus penyebaran pandemi yang pertama kali merebak di provinsi Wuhan, Tiongkok itu, kini di Barsel sudah menurun, karena PDP hanya tersisa satu orang, positif yang semula berjumlah 16 orang, sekarang hanya tersisa enam orang karena sepuluh orang lainnya sudah dinyatakan sembuh.

“Dari sepuluh orang pasien yang sembuh, tiga diantaranya sembuh di Rumah Sakit ini (RSJS). Padahal rumah sakit kita hanya berstatus RS darurat saja bukan rujukan. Sementara, saat ini pasien yang positif empat orang (masih) dirawat disini dan sisanya dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, kita doakan semuanya cepat sembuh,” ucapnya.

Tidak lupa Eddy juga meminta agar semua masyarakat, terutama pihak keluarga pasien untuk tidak mudah terprovokasi dan mempercayai atas informasi apapun tentang perawatan pasien oleh RSJS, yang tidak jelas dan belum tentu kebenarannya.

Hal itu, ia sampaikan guna menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, apalagi saat ini pemerintah tengah disibukkan dengan upaya mempersiapkan penerapan tatanan kehidupan baru (new normal) di daerah setempat.

“Saat ini tim gugus tugas sedang mensosialisasikan new normal, sehingga (diharapkan) bisa menjadikan suasana kita seperti sebelumnya, tanpa khawatir dengan catatan kita tetap melaksanakan protokol kesehatan,” sampaikan Eddy.

Senada dengan Sekda, Direktur RSJS, dr. Leonardus P. Lubis, menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak keluarga pasien apabila ada kekurangan dalam pelayanan RSJS saat merawat keempat pasien.

Ia juga meminta agar mereka bisa bersabar, dalam hal menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap para pasien itu.

Pasalnya, jelas Leo lagi, sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, setidaknya pasien Covid-19 bisa dinyatakan sembuh dan dipulangkan, apabila hasil swab mereka negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

“Kami mohon maaf bila pelayanan kami masih ada yang kurang, tapi kami pastikan dalam merawat pasien kami tidak ada mengada-ada, sabar saja ya pihak keluarga, tunggu sampai hasil dua kali swab terakhir itu keluar, kalau negatif dua-duanya kami pasti akan pulangkan mereka (pasien),” pinta Leo.

“Mengapa kami tidak merujuk pasien ke RS Doris Sylvanus Palangka Raya, itu kemaren pas saya hubungi mereka disana sudah penuh, bahkan sekarang karena tidak muat lagi banyak pasien dirawat di asrama BKPSDM provinsi,” bebernya.

Dikesempatan tersebut, Leo juga menyepakati beberapa tuntutan pihak keluarga, yaitu mengenai jam berkunjung. Ia memastikan bahwa pihak keluarga boleh saja berkunjung ke RSJS untuk mengantarkan makanan kepada pasien, namun dengan catatan mereka wajib melaporkan kepada pihak rumah sakit dan mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Agar nantinya keluarga ini, saat berkunjung harus mengikuti protap, yakni masuk melewati pintu depan, jangan melompati pagar lewat belakang lagi. Masuk harus menggunakan APD dan selalu mencuci tangan, tapi jangan sering-sering karena APD kita mahal itu,” peringatkan Leo.

“Kalau bapak dan ibu berkunjung harus sesuaikan waktunya dengan jadwal berkunjung kami (RSJS), kasihan para tenaga medis, mereka juga perlu istirahat, nanti jangan sampai bapak atau ibu berkunjung jam sepuluh atau sebelas malam, kan kasihan perawat dan dokternya,” imbuhnya menambahkan.

Leo juga memastikan akan menunjukan hasil pemeriksaan swab kepada pihak kelurga, dengan catatan hanya bagi keluarga-keluarga terdekat pasien saja dan harus melaporkannya kepada pihak RSJS terlebih dahulu.

“Boleh saja, tapi bapak atau ibu kalau mau minta hasil swab, harus lapor dulu kepada humas catat siapa namanya dan apa hubungannya dengan pasien,” pastikannya.

Sebelumnya, dr. Dadang Baskoro Nugroho, selaku dokter yang menangani langsung para pasien Covid-19 yang dirawat di RSJS, menjelaskan secara detail terkait apa yang sudah dilakukan terhadap semua pasien-pasien tersebut.

“Selama ini kita sudah merawat mereka sesuai dengan protokol penanganan yang ada, kita selalu memastikan agar mereka bisa terawasi setiap hari. Kalau kita biarkan mereka isolasi di luar, kasihan karena mereka masih positif, nanti pengawasannya bagaimana? Satu nyawa itu berharga, itu yang kita jaga,” jelasnya.

“Kalau dibandingkan dari awal masuk, progresnya mereka sekarang membaik dan semakin sehat, mudah-mudahan nanti hasil swabnya yang dua terakhir itu negatif semua,” terang Dadang.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: