Hari Lahir Pancasila, Refleksikan Nilai-nilai Sosial Pada Kondisi New Normal

FOTO : Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si.

BeritaKalteng.com, PALANGKA RAYA – Tanggal 1 Juni tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Dimana Istilah Pancasila itu sendiri pertama kali dicetuskan oleh Soekarno atau Bung Karno, dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 dan kesepakatan para pendiri bangsa yang keputusannya diambil melalui mekanisme musyawarah-mufakat, bukan voting. Pada tahun 2020 ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke 75 Tahun, di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) juga tengah mewabah negeri ini.

Berkenaan dengan kondisi saat ini, Wakil Ketua Komisi III Bidang Kesejahteraan Rakyat, ibu dra. Hj. Siti Nafsiah M.Si., menyampaikan ucapan Hari Lahir Pancasila Ke – 75 Tahun kepada seluruh masyarakat Indonesia, terlebih masyarakat yang ada di Bumi Tambun Bungai ini.

“Nilai-nilai Pancasila, harus tetap terpartri dalam pola pikir dan tindakan kita. Dalam situasi normal saja Pancasila sangat dibutuhkan, terlebih lagi saat ini bangsa Indonesia, sedang diperhadapkan musibah besar, yakni adanya pandemi COVID-19, justru akan semakin dibutuhkan, guna menjaga persatuan dan kesatuan, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena NKRI menjadi hal yang mutlak atau NKRI harga mati,” Tegas Hj. Siti Nafsiah, saat dihubungi melalui pesan whastapps pribadinya, Senin (1/6/2020).

Lanjut Srikandi Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalteng ini juga mengungkapkan bahwa Pancasila itu tidak mengenal wabah, tidak mengenal situasi apapun. Apalagi dalam situasi pandemi, seperti ini dimana semua dari kita menuntut suatu kesabaran, kesadaran akan berbagi, kesadaran akan penderitaan orang lain, kesadaran mendahulukan kepetingan orang lain diatas kepentingan pribadi atau golongan

“Ya dalam situasi apapun, nilai-nilai yang terkandung di dalam 5 (Lima) Sila dari Pancasila, harus tetap dilaksanakan, dalam berbagai sendi kehidupan sehari-hari. Terlebih, semangat Gotong Royong, Persatuan dan Kesatuan Indonesia, Toleransi antar umat tetap menjadi hal utama dalam berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat,” Ungkapnya.

Wakil Rakyat dapil Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini juga kembali mengatakan, dengan adanya gagasan dari pemerintah pusat, untuk menerapkan perilaku new normal, di tengah pandemi COVID-19 tentunya sedikit banyak akan berpengaruh pada pola perilaku masyarakat.

Contohnya, meski dengan satu tujuan yang baik, untuk keamanan dan kesehatan, kegiatan keagamaan dalam penerapan new normal, terasa dibatasi, misalnya sholat berjamaah berjarak minimal 1,5 meter antar satu dengan yang lainnya.

Selanjutnya, dimana selain itu fungsi masjid itu tidak hanya sekedar tempat ibadah saja, melainkan juga tempat diskusi, belajar – mengajar dan kegiatan-kegiatan lainnya, dengan penggunaan waktu yang hanya dibatasi oleh waktu waktu shalat wajib.

“Yang pasti sedikit bereda dengan biasanya. Dimana di masjid itu, diantara waktu-waktu sholat wajib, biasanya diisi berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan dan umum lainnya. Sekarang itu tidak dimungkinkan lagi, karena habis sholat wajib, pintu masjid ditutup dan dikunci. Saya rasa juga sama, untuk penerapan new normal pada sarana peribadahan lainnya,” Tutupnya.(YS/a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: