Pimpin Komite I DPD RI, Teras Narang Siap Bawa Perubahan Bagi Daerah

Foto : Dr Agustin Teras Narang SH (kemeja kuning) bersama jajaran anggota DPR RI, Rabu (9/10) di Jakarta.

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), telah merampungkan penyusunan alat kelengkapan dewan dengan membentuk kepemimpinan pada tingkat komite.

Dimana, salah satu anggota DPD RI yang juga Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), periode 2005-2015, Dr Agustin Teras Narang SH, telah dipercayakan memimpin Komite I DPD RI, yang memiliki lingkup tugas dalam hal otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah.

Terpilihnya bapak Dr Agustin Teras Narang SH, berdasarkan hasil musyawarah pemilihan yang berlangsung secara mufakat, untuk melengkapi kepemimpinan Komite I DPD RI, yakni dengan menunjuk Dr Agustin Teras Narang SH sebagai Ketua, Fachrul Razi MIP sebagai Wakil Ketua I, Djafar Alkatiri sebagai Wakil Ketua II, serta Dr Abdul Kholik SH MSi sebagai Wakil Ketua III.

Melalui kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan, ucapan terima kasih atas mandat yang telah dipercayakan kepadanya, untuk memimpin Komite I DPD RI. Sekaligus pula, mengajak semua pihak agar bersama-sama menjalankan mandat utamanya, yakni membawa perubahan yang baik dan berkelanjutan bagi daerah.

Pada tahap awal, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal dengan pimpinan dan anggota komite I DPD RI untuk menyamakan persepsi, visi dan misi tugas 2019-2024 mendatang.

Hal ini, menurutnya penting, agar kerja-kerja Komite I DPD RI, terutama berkaitan dengan mitranya di pemerintah pusat dan daerah termasuk DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota bisa berjalan baik.

Selain itu, pria yang juga Ketua Pusat Kajian Otonomi Daerah Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengutarakan, pihaknya akan mengevaluasi serta melihat perkembangan kerja komite I sebelumnya.

Hal ini, berkaitan dengan sejauhmana perkembangan otonomi daerah, saat ini telah membawa perubahan kemajuan bagi rakyat dalam era otonomi daerah dan desentralisasi fiskal saat kini.

Teras juga menuturkan bahwa komite I, akan melihat bagaimana daerah otonomi yang telah terbentuk bisa mewujudkan harapan rakyat, sebagaimana adanya tujuan pembentukannya.

Sehingga, kedepan bisa dipikirkan usulan kebijakan baru, untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah tersebut. Sementara, untuk usulan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Pihaknya mengaku akan melakukan pemetaan usulan dan menindaklanjuti dengan kajian yang melibatkan tak hanya elemen daerah tersebut, tapi juga pihak independen.

Hal ini agar usulan DOB benar-benar menghasilkan daerah yang bisa mandiri, sehingga bermanfaat bagi rakyat di wilayahnya. Ini juga disebut tak terkecuali, untuk usulan DOB dari daerah pemilihannya di
Kalteng.

Setiap usulan, menurutnya akan dilihat dan diperjuangkan sesuai dengan urgensinya. “Terlebih untuk usulan DOB di Kalteng, mesti disikapi dengan arif dan cermat. Agar kehadiran DOB bisa mendukung semangat Kalteng Terang. Kalteng yang daerahnya maju dan sejahtera,” Kata Teras, Rabu (09/10) di Jakarta.

Teras pun, meminta semua pihak untuk terlibat mengawal serta memberikan masukan dalam upaya peningkatan kualitas otonomi daerah.

Yangmana, Ia sendiri pun sebelum terpilih mengaku telah memiliki banyak harapan dan upaya dalam mendorong otonomi daerah yang berdampak kuat pada rakyat.

Salah satunya, melalui dorongan desentralisasi fiskal, yang diyakini akan membuat sinergi pemerintahan pusat dan daerah lebih baik. “Desentralisasi fiskal atau pendelegasian sebagian kewenangan eksekusi anggaran pusat oleh pemerintah daerah ini salah satu yang kita dorong untuk memperkuat tujuan otonomi daerah” ujar Teras.

Kembali, Teras menerangkan, tanpa kewenangan yang memadai dalam pengelolaan program pusat di daerah, menurutnya proses pembangunan berkelanjutan, akan sulit dicapai.

Demikian pun rakyat, tidak akan bisa lekas merasakan dampak dari akselerasi pembangunan, yang didukung oleh adanya kebijakan pusat serta daerah.

Pihaknya mengajak, semua pihak terlebih pemerhati isu otonomi daerah, untuk saatnya bersinergi serta mengawal, agar dapat berjalan sesuai arah.

“Seperti kami di Kalteng yang punya semangat Huma Betang, atau semangat gotong royong, saya mengajak cendikiawan terbaik Indonesia, untuk dapat bersinergi bersama, guna meningkatkan kualitas kebijakan otonomi daerah” pungkas Teras.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: