Menghadapi Tantangan Bangsa Saat Ini, Tim Kemnko Polhukam RI Kunjungi Kalteng

BeritaKalteng.com, Palangka Raya-Dalam rangka melaksanakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara khsusunya di Provinsi Kalimantan Tengah. Tim Kemenko Polhukam RI melakukan kunjungan kerja selama dua hari sejak tanggal 19 Sampai dengan 21 September 2018.

Kegaiatan sosialisasi tersebut juga bertujuan dalam rangka melaksanakan pemantapan koordinasi dan pengendalian wawasan kebangsaan dan bela negara di Provinsi Kalteng, dan mendapatkan masukan, gambaran serta permasalahan yang dihadapi.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kantor Kesbangpol Kalteng yang dihadiri FKUB beserta anggota, KNPI Kalteng, FKDN beserta anggota, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Jl. Yos Sudarso Kota Palangka Raya.

Brigjen Pol.Drs Mamboyng menjabat Sesdep VI/Kesbang selaku Ketua Tim dalam paparanya menyampaikan Ancaman baru (non militer.red) saat ini adalah terorisme, narkoba human trafficking, dsb, radikalisme, sparatisme, dan pornografi, illegal loging, Illegal Fisihng, serangan chyber, Kartel, dan mafia perdagangan.

“ketia memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang konsensus dasar negara, mulai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Terus dipengang teguh demi memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa” jelas Brigjen Pol.Drs Mamboyng, Rabu (19/9).

Dia juga menjelaskan, Ada beberapa tantangan yang dihadapi bangsa kita saat ini yakni, pemahaman dan penghayatan terhadap emat konsesus dasar bangsa masih rendah, rasa memiliki terhadap bangsa dan negara masih rendah, sebagian generasi muda masih cendrung terpengaruh gaya hidup hedonisme, individualistik, dan materialisme, dan terakhir pembelaan terhadap negara masih belum optimal.

Disisi lain, mewakili Kepala Kesbangpol Kalteng, Rudy ketika diwawancarai menyampaikan, Kondisi bangsa kita sekarang menghadapi tantangan pergaulan global yang sangat kuat.

“Kita harus kembali ke jati diri kita dengan memperkuat persatuan dan kesatuan kita sebagai suatu bangsa yang ikut bersaing menjadi bangsa yang kuat dan jaya.” jelas Rudy.

Dia menambahkan, generasi muda sekarang Jangan lemah dengan idiologi lain, radikal, teroris, narkoba dan lain sebagainya. Jangan lupa banyak bangsa dan negara bubar karena tidak memiliki konsesus negara yang kuat contoh india, uni soviet, dll.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: