Juara I Lomba Tembak HUT ke-72 Brimob 2017, Latih Awak Media

Letkol Kav. Handyansyah ketika melatih awak media beberapa waktu yang lalu di lapangan tembak Yonif R 631/Atg.

 

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA- Menembak merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Rasanya puas bila tembakan tepat mengenai sasaran. Namun untuk menjadi petembak handal bukan hal yang mudah, diperlukan latihan dengan bimbingan petembak yang berpengalaman.

Sebagaimana yang dikakukan awak media, beberapa waktu yang lalu di lapangan tembak Yonif R 631/Atg, awak media belajar menembak tepat. Dengan penuh kesabaran, Letkol Kav. Handyansyah, juara lomba tembak HUT ke-72 Brimob tahun 2017, yang sehari-hari menjabat sebagai Kasipers Korem 102/Pjg, memberi pelatihan dasar menembak.

“Pada dasarnya tembak tepat adalah membuat gambar bidik yang sempurna untuk menghantarkan peluru dengan sempurna menuju sasaran melalui laras”, tegas Handyansyah

Dijelaskannya kembali, Hal pertama yang perlu diatur adalah pernafasan. Untuk mendapatkan hasil tembakan yang baik, nafas tidak ditahan, melainkan ditarik dan dihembuskan secara perlahan dan dinamis, Kemudian bidikan.

Bidikan yang baik tidak terlepas dari sikap tembak yang baik. Sikap tembak yang baik adalah sikap tembak yang tidak dipaksakan/alami, dimana untuk posisi badan, lebar kaki, angkatan tangan pada senjata dan mata sesuai dan terarah alami menuju sasaran. Terakhir, tekan picu.

“Hal ini sering merusak tembakan. Perlakuan seorang petembak pada picu senjata yang tidak tepat akan menghilangkan peluang mendapatkan tembakan yang sempurna karena perlakuan yang kasar terhadap picu.

Setenang apapun nafas kita, sebagus apapun gambar bidik kita, jika eksekusi terakhir terhadap picu dihentak maka hilang sudah tembakan yang sempurna”, tandasnya.

Hal yang menentukan bagi petembak tidak cukup hanya didukung oleh fisik yang kuat dan senjata yang baik, tetapi dibutuhkan pula olah rasa dalam pengendalian emosi untuk meningkatkan konsentrasi dan teknik tembakan.

pamen dengan melati dua di pundaknya menegaskan kembali, dalam even pertandingan, lawan kita sebenarnya adalah diri sendiri. Pantauan di lapangan, beberapa awak media tampak menikmati latihan ini. Salah satu tujuan kegiatan ini untuk mengokohkan kebersamaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: