Astaga!, Kapal Pengangkut Logistik Pilkada 2018 Dihadang Massa

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA – Rombongan kapal pengangkut kotak suara, dihadang oleh puluhan masa pendukung Pasangan Calon (Paslon), di wilayah perairan sungai Kahayan. Kapal yang mengangkut kotak suara, tiba-tiba dihadang oleh 6 kelotok (kapal tradisional Kalteng, red). Beberapa kali tembakan pun meletus, dari ujung senapan milik petugas dari Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Kalteng, dalam upaya penghadangan dan perebutan, kotak suara yang dilakukan oleh puluhan pendukung paslon yang tidak terima, atas hasil suara.

Inilah simulasi yang diperagakan oleh jajaran Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Kalteng, saat melakukan pengamanan kotak suara di wilayah perairan sungai Kahayan. Simulasi ini dipersiapkan oleh Ditpolair Polda Kalteng.

Menurut Dirpolair Polda Kalteng, Kombes Pol Badaruddin menjelaskan, simulasi pengamanan kotak suara di wilayah perairan, wajib dipersiapkan. Mengingat Pilkada 2018 serentak di Kalteng, dilaksanakan di 10 kabupaten 1 kota, tidak hanya dilalui jalur sungai, namun juga ada yang melalui jalur sungai. Terlebih lagi, Kalteng memiliki 11 aliran sungai, oleh karena itu persiapan pengawalan dan pengamanan kotak suara pun harus dilakukan.

“Dalam simulasi ini, menurunkan 6 unit kapal terdiri dari 1 unit kapal LCT C2, 2 unit kapal rubber boat, 2 unit kapal rigid inflatabel boat dan 1 unit kapal terbaru dari Dirpolair Polda Kalteng, yakni kapal amfibi Gofer Boat. Sedangkan, personil yang diturunkan dalam simulasi ini ada sekitar 60 personil Polair Polda Kalteng, ditambah lagi dengan 1 unit helikopter dan personil TNI AD,” kata Badaruddin, Sabtu (10/02) pagi.

Badaruddin juga menceritakan skenario simulasi yang diperagakan. Pada simulasi ini, menceritakan bagaimana kotak suara yang dibawa dari KPU ke TPS, berjalan lancar tanpa ada hambatan. Namun, pada saat selesainya pelaksanaan pemilihan, ditengah perjalanan kapal pengangkut kotak suara di tengah sungai, kapal tiba-tiba dihadang oleh masa yang ingin merebut kotak suara.

“Pada saat itulah, peran pengamanan dari personil polair dilakukan. Kemudian, kapal yang mengangkut kotak suara, dihadang oleh 6 unit kapal tradisional yang mengangkut puluhan orang masa yang ingin merebut kotak suara. Namun, berkat kesiapan dan kesigapan personil, maka akhirnya upaya masa untuk merebut kotak suara, dapat dihalau oleh personil polair Polda Kalteng,” ucapnya.

Perwira menengah berpangkat melati tiga dipundaknya ini juga menyebutkan, rangkaian simulasi ini menunjukan peran serta Dirpolair Polda Kalteng, dalam pengamanan Pilkada 2018 serentak di Kalteng. “Harapannya, pelaksanaan Pilkada 2018 se Kalteng, dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan yang mengancam. Namun, jika ada gangguan, khususnya di wilayah perairan, maka jajaran Ditpolair Polda Kalteng bersama-sama unsur TNI AD, siap menghalau,” pungkasnya. (dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: