PE dan ITK Wilayah Kalteng Triwulan IV 2017 Cendrung Meningkatkan

BeritaKalteng, Palangka Raya- Pertumbuhan ekonomi (PE) Kalimantan Tengah sampai dengan triwulan IV tahun 2017 yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) tumbuh sebesar 6,74 persen. Adapun PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp.126.176,1 Miliar.

Angka pertumbuhan ekonomi yang tercatat, angka pertumbuhannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV Tahun 2017 secara nasional yang hanya 5,47 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Hanif Yahyah menyampaikan, struktur perekonomian di Kalteng tahun 2017 didominasi oleh tiga katagori utama, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan 20,70 persen.

“Disusul Industri pengolahan 16,67 persen, dan perdagangan Besar-Eceran, reparasi mobil-sepeda motor 12,22 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi di Kalteng pada periode IV tahun 2017 (c to c), pertambangan dan penggalian memiliki sumber pertumbuhan tertinggi yakni 1,42 persen” jelas Hanif Yahya senin (05/02) di Palangka Raya.

Selanjutnya di ikuti Industri pengolahan sebesar 1,32 persen dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 0,95 persen. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan IV tahun 2017 (y on y), ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 5,34 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2016.

Pertumbuhan positif lanjutnya, terjadi hampir disetiap katagori, kecuali transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi. Dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh katagori perdagangan besar-eceran dan reparasi mobil-sepeda motor 10,05 persen, di ikuti konstruksi 8,47 persen dan pengadaan listrik dan gas 7,56 persen.

“Ekonomi Kalteng triwulan IV tahun 2017 dilihat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q to q) tumbuh sebesar 1,35 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori adminiatrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial wajib 8,91 persen” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, kategori transportasi dan pergudangan serta pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi -19,42 dan -0,32 persen. Struktur ekonomi Kalimantan secara spesial pada triwulan IV tahun 2017 masih didominasi Wilayah Kalimantan Timur yakni 52,01 persen. Provinsi Kalimantan Tengah berada di urutan ke empat dengan kontribusi 11,17 persen.

Perkembangan Indeks Tedensi Konsumen (IKH) Triwulan IV tahun 2017 Wilayah Kalimantan Tengah sebesar 105,59. Ini artinya kondisi ekonomi konsumen mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari ITK triwulan IV 2017 lebih triwulan III 2017 dimana nilai ITK sebesar 104,99.

“ITK mendatang di regional Kalimantan cukup bervareasi. Hal ini ditandai dari ITK mendatang Kalimantan Barat 106,21, Kalimantan Selatan 95,90, dan Kalimantan Timur sebesar 100,05. Sementara untuk ITK mendatang Wilayah Kalimantan Tengah sebesar 104,53.” paparnya menambahkan.

Tingkat optimisme konsumsi di regional Kalimantan pada triwulan mendatang diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan IV tahun 2017. Kecuali Kalimantan Timur cendrung relatif sama.

Hal tersebut juga akan terjadi pada level nasional dimana tingkat optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian triwulan I tahun 2018 diperkirakan lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.(Aa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: