Satu Abad Kelahiran Tjilik Riwut, Petehku ‘Isen Mulang’ Selalu Melekat di Hati

BeritaKalteng, Palangka Raya- Marsekal Pertama TNI (HOR) purna Tjilik Riwut, adalah pahlawan asal Kalteng yang lahir di Katingan pada tanggal 02 Februari 1918 lalu. Kemudian, di usia yang ke 69 tahun, pada tanggal 17 Agustus 1987, Tjilik Riwut akhirnya tutup usia di Banjarmasin.

Tjilik Riwut ditetapkan sebagai pahlawan nasional, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden RI No. 108/TK/Tahun 1998, diberikan oleh Presiden ke 3, Habibie. Pemberian gelar pahlawan ini, bukti atas perjuangan dan pengabdiannya pada masa lampau, dalam membangun serta mendpuikan pondasi Provinsi Kalteng.

Hari Jumat 02 Februari 2018 kemarin, bertepatan dengan satu abad atau 100 tahun kelahirannya. Pihak keluarga, terdiri dari anak dan cucunya, menggelar kegiatan untuk menggenang jasa dan pengabdiannya, dalam membangun dan mendirikan Kalteng pada semasa hidupnya.

Kegiatan mengenang jasa Tjlik Riwut, mulai dari ziarah dan tabur bunga, di taman makam pahlawan sanaman lampang, hingga malam perenungan perjalanan hidupnya, di Rumah Tjilik Riwut (RTR), Jalan Jenderal Soedirman, Kota Palangka Raya.

Semangat juang yang ditinggalkan alhmarhum Tjilik Riwut, sampai saat ini masih melekat hingga sanubari, para generasi penerusnya. Tjilik Riwut diberikan predikat sebagai Bapak Pembangunan Kalteng.

Menurut Ketua DPRD Kalteng, Abdul Razak menuturkan, pigur mendiang Tjilik Riwut adalah sosok yang patut dicontohkan. Dia mengatakan bahwa banyak yang telah diperbuat oleh sosok pahlawan asli Katingan ini.

“Semangat juang Tjilik Riwut, harus dijadikan panutan dalam membangun Kalteng. Terlebih dalam pembangunan, hendaknya pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif di Kalteng, dapat semakin solid untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi daerah dan masyarakatnya,” ucap Razak.

Politisi senior Partai Golkar ini juga mengutarakan kekagumannya kepada pigur Tjilik Riwut yang secara gigih berjuang, menancapkan pondasi berdirinya Kalteng.

Selain itu, Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran juga menyampaikan rasa bangganya, kepada mendiang Tjilik Riwut. Dia mengucapkan, bahwa Tjilik Riwut merupakan tokoh Dayak Kalteng yang mendunia. Banyak yang telah diperbuatnya untuk membangun Kalteng.

“Petehku Isen Mulang, pesan itu memiliki arti mendalam, terlebih Bapak Tjilik Riwut juga sering mengatakan, menggatang utus itah. Pesan itu memiliki arti yang mendalam, karena sudah menjadi suatu kewajiban, sebagai orang Dayak asli, hendaknya saling bergandeng tangan, bahu membahu untuk mendorong satu sama lainnya, sama-sama maju meraih kesejahteraan bersama,” kata Agustiar.

Hal senada yang disampaikan oleh Ketua KNPI provinsi yang mewakili suara generasi muda Kalteng, Fairid Naparin mengutarakan kekagumannya terhadap Tjilik Riwut. “Semangat juang yang hingga sekarang melekat, hendaknya tidak menjadi kendor. Terlebih dari generasi muda, dalam mengisi kemerdekaan, merancang masa depannya dengan ‘visioner’ serta ikut berkontribusi membangun Kalteng,” terang Fairid.

Dia juga mengatakan, petehku ‘Isen Mulang’ sangat identik dengan prinsip keorganisasian KNPI, yakni muda mandiri progresif. Korelasi kedua hal itu, sangat erat kaitannya. Sebagai generasi muda yang energik dan pantang menyerah, harus peduli dan berperan aktif dalam proses pembangunan.

“Saya pribadi, sebagai bagian dari generasi penerus, akan senantiasa mengingat apa yang dimandatkan oleh Bapak Pembangunan Kalteng. Dimanapun dan kapanpun itu akan saya ingat dan terapkan. Untuk memajukan daerah, terutama pembangunan dan kemajuan daerah di Kota Palangka Raya,” tutur Fairid.

Meskipun mendiang Tjilik Riwut telah tiada, namun semangat dan jasa pengabdian yang ditinggalkannya, akan selalu hidup dan melekat, terutama bagi para generasi penerusnya di atas Bumi Tambun Bungai. (dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: