Jembatan Tahutan Pantar Mandumai Diresmikan

BeritaKalteng, KAPUAS- Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat meresmikan secara langsung jembatan di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat sekaligus meresmikan UPT Puskesmas Rawat Inap Mandomai dan Puskesmas Pembantu Km 2 Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat, kamis (11/01)

Ben Brahim S Bahat menyampaikan rasa syukur dan bangga terhadap masyarakat Kapuas atas kerjasama yang baik sehingga terciptanya masyarakat yang damai dan hidup rukun, dan Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan jembatan untuk mempermudah akses  perjalanan masyarakat.

“Kita akan membangun jembatan penyeberangan dari seberang sampai ke Mandomai. Saya akan bertekad untuk melanjutkan pembangunan jalan dari Mandomai sampai ke Kaladan dan seterusnya dan tetap bertekad untuk memelihara dan meningkatkan jalan  dari Mandomai ke Kapuas agar tetap mulus, begitu juga dari Mandomai ke Mantangai akan kita tembuskan sampai ke Timpah,” terang Ben Brahim

Selain itu, mantan Kadis PU Provinsi itu menyampaikan, dukungannya atas terciptanya deklarasi untuk tidak membuang air besar di sungai oleh masyarakat Desa Basuta Raya dan mengimbau agar deklarasi itu dapat dicontoh oleh masyarakat desa lainnya.

“Saya bangga kepada seluruh masyarakat Desa Basuta Raya yang telah dengan sadar dan semangat untuk bertekad serta telah mendeklarasikan bahwa buang air besar di sungai tidak ada lagi, saya minta desa lain untuk mencontoh,”tekannya.

Bahkan Orang Nomor Satu di Kapuas itu mengungkapkan akan segera menerbitkan peraturan Bupati untuk membangun toilet dan kamar mandi umum untuk memfasilitasi masyarakat yang tinggal di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan mengalokasikan Anggaran Dana Desa.

Disisi lain, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Kapuas Septedy, jembatan yang dinamakan “Tahuntun Pantar” itu dibangun dengan dua tahap sejak tahun 2015 sampai dengan 2016 dan menelan biaya sebesar Rp32 miliar.

“panjang jembatan yaitu 160 meter terdiri dari 60 meter kerangka baja dan 100 meter Pileslibe. Ia menjelaskan, manfaat jembatan tersebut membuka jalan antara Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Pulang Pisau dan kota Kecamatan Kapuas Barat serta desa-desa lainnya seperti Desa Pantai sampai Desa Manusup” ujarnya.

Ia menambahkan, pemberian nama jembatan ini berdasarkan hasil rapat adat masyarakat setempat. Dirinya juga tak lupa berterima kasih karena bisa menikmati akses-akses yang sudah diberikan oleh Bupati sekarang.

“Kami hanya bisa mendoakan kepada Bapak Bupati untuk terus melanjutkan pembangunan di Kabupaten Kapuas ini” paparnya.

Kedatangan Bupati Kapuas yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Ary Egahni Ben Bahat SH dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Algrin Gasan, Forkopimda Kabupaten Kapuas dan Kepala SOPD Lingkup Pemkab Kapuas itu disambut hangat oleh warga masyarakat Kecamatan Kapuas Barat.

Acara dirangkai dengan Tarian Selamat Datang serta Ritual Adat Potong Pantan. Kemudian, dilanjutkan dengan Deklarasi Stop BASNO (Buang Air Besar No) yang dideklarasikan oleh Kepala Desa Basuta Raya dan 6 RT dari desa tersebut.(AH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: