Kunker Komisi II DPRD Kalteng, Tinjau Tambak Udang di Desa Lampuyang

FOTO: Kalangan Komisi II DPRD Kalteng, saat melakukan rangkaian kunjungan kerja, sekaligus melakukan peninjauan ke Tambak Udang di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

 

BeritaKalteng.com, SAMPIT – Kalangan Komisi II DPRD Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dimana rombongan, dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Lohing Simon, Wakil Ketua Henry, Sekretaris Sudarsono, HM Sriosako, Fajar Hariady, Jainudin Karim, Sengkon, Ina Prayawati, Natalia, Yeni Maria dan Maryani Sabran.

Kunker juga di dampingi satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) selaku mitra kerja Komisi III, diantaranya dinas perikanan Provinsi Kalteng, belum lama ini.

Wakil ketua Komisi II Henry usai melaksanakan kunker kepada awak media, di ruang kerjanya mengatakan bahwa potensi tambak udang di wilayah tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai saah satu usaha masyarakat setempat.

Disampaikan Henry, mantan dua periode Ketua DPRD Murung Raya ini bahwa kelompok petani tambak Udang mengharapkan bantuan pemerintah melalui dinas terkait.

“Mereka mengharapkan dibangun jalan menuju lokasi tambak sepanjang 3 kilo meter dari jalan negara, kemudian bibit, pakan, dan perbaikan tambak,” Ujar Henry, Rabu (21/10/2020).

Politisi Fraksi Nasdem, mengatakan bahwa selama ini petani mengelola tambak secara mandiri, sehingga hasilnya juga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari belum bisa untuk lapangan usaha.

“Kalau akses jalan memadai, serta adanya dukungan bibit, pakan dan sarana lainya, maka akan bisa menambah kesejahtraan masyarakat setempat,”katanya lagi.

Diungkapkan bahwa masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan pangan selama ini mengadalkan hasil menngkap ikan dari laut.

“Dinas terkait yang mendampingi juga menyambut positif, kegiatan usaha tambak masyarakat. Mudah nantinya ada dana yang bisa dikucurkan guna menunjang usaha tambak udang tersebut,”ujarnya.

Diceritakan bahwa selama ini, masyarakat juga memanfaatkan sungai untuj sarana transportasi dan angkutan hasil tambak.

Tidak hanya itu lanjut Hendry, sungai atau kanal yang ada juga dijadikan sarana usaha budi daya udang yang di kelola dengan cara buka tutup.

“Ketika air pasang naik, pintu kanal dibuka, sehingga udang bisa masuk ke dalam tambak. Udang hidup alami karena petani tidak memiliki sumber pakan. Potensi perikanan khususnya tambak udang disana perlu di di dukung oleh pemerintah daerah baik provinsi ataupun kabupaten melalui dinas atau instansi terkait,”harapnya.

Diyakini Hendry, usaha tambak udang akan berhasil, karena minat petani atau warga membudi daya udang sebagai salah satu usaha cukup tinggi, tinggal adanya dorongan dari pemerintah, utamanya untuk membantu membuat akses jalan, bibit, pakan dan peningkatan sarana yang sudah ada disana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: