Peran Bidan Perlu Ditiingkatkan Guna Optimalisasi Pelayanan Kesehatan

HUT BIDAN : Bupati Kotim Supian Hadi (kemeja putih) menghadiri puncak acara perayaan HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia di Gedung Wanita Sampit, Minggu (29/9/2019) pagi.

SAMPIT – Perayaan puncak hari ulang tahun (HUT) ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kotim dilaksanakan di Gedung Wanita Sampit, di Jalan Achmad Yani, Minggu (29/9). Kegiatan ini dihadiri Bupati Kotim H Supian Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto, camat Mentawa Baru Ketapang, anggota DPRD Kotim Rambat dan pengurus IBI Cabang Kotim.

Bupati Kotim Supian Hadi dalam sambutannya mengapresiasi keberadaan IBI, khususnya di Kotim.

“Apalagi tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan. Kegiatan ini pula untuk penguatan profesi serta organisasi khususnya bidan agar menjadi bidan yang handal dan memiliki daya saing yang kuat serta mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di Bumi Habaring Hurung,” kata Supian Hadi, Mingggu (29/9/2019).

Bupati menambahkan, keberadaan bidan di Kotim sangat penting. Apalagi bidan tidak kenal waktu dan jam bekerja.

“Saya berharap, dengan adanya organisasi IBI ini dapat mengakomodir permasalahan bidan yang ada di lapangan. Petugas kesehatan khususnya bidan ini adalah pekerjaan yang sangat mulia dan sangat  membantu khususnya bagi perempuan jika hamil sampai kepada melahirkan,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa SHD ini berharap, dengan adanya organisasi ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan sesama bidan, saling bekerja sama satu sama lain.

“Berbagi informasi dan ilmu bidan itu juga sangat membantu dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Kita juga berterimakasih kepada bidan atas jasa dan juga pengorbanan yang selama ini sangat luar biasa memberikan pelayanan dan waktu, tenaga apalagi di luar jam bekerjanya,” ungkapnya.

SHD juga mengingatkan akan pentingnya kualitas bidan dimana pun berada. Sebab keberadaan bidan ini memang berhadapan langsung dengan mati dan hidupnya nyawa seorang ibu yang mengandung.

“Sekali lagi selamat atas terselanggaranya kegiatan ini, semakin maju dan memberikan manfaat lebih besar lagi kepada masyarakat di Kotim,” pungkasnya. (agg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: