Akar Bajakah Mesti Dibudidayakan

BAJAKAH : Dua orang warga Kotim, Gahara dan Bambang saat menampung air akar bajakah untuk dikonsumsi.

beritakalteng.com – SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Cici Desylia mengajak agar masyarakat di daerah ini bisa melestarikan dan membudidayakan tumbuhan tradisonal, Bajakah. Hal itu penting, mengingat tumbuhan Bajakah memiliki khasiat yang luar biasa sebagai obat kanker.

“Harus kita jaga kelestariannya, jangan sampai dipanen secara besar-besaran, dan kapan perlu harus dibudidayakan,” ujar wanita berhijab ini.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, dengan adanya panen secara besar-besaran bisa mengakibatkan tumbuhan herbal tersebut langka, sehingga masyarakat juga yang akan dirugikan.

“Jika benar kayu Bajakah sebagai obat kanker, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus memantau dan memberikan pemahanan kepada masyarakat, akan pentingannya menjaga kelestarian tumbuhan itu,” jelasnya.

Artinya, lanjut dia, jika adanya panen besar-besaran dan dijual bebas di masyarakat, akan menimbulkan kesan tumbuhan tersebut tidak bernilai ekonomis. Padahal, jika dibandingkan dengan pengobatan medis, jelas memerlukan biaya yang sangat mahal.

“Jangan sampai masyarakat hilang mata pencaharian jika tumbuhan itu langka nantinya. Kita juga mendukung jika ada larangan tumbuhan itu keluar dari Kalimantan Tengah untuk sementara waktu ini,” pungkasnya. (agg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: