Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Berdasarkan Filosopi ‘Huma Betang’

Foto : Ilustrasi (Beritakalteng.com)

Beritakalteng.com, PALANGKA RAYA- Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Menjadi salah satu target capaian pendidikan di Indonesia, yang tidak semata-mata untuk mencetak peserta didik, agar menjadi individu yang cerdas dan memiliki berbagai keterampilan/pengetahuan saja. Namun, diharapkan pula dapat memiliki budi pekerti dan karakter.

Pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk diimplementasikan, pada kurikulum pendidikan, sejak usia dini.  Pendidikan karakter yang diterapkan, harapannya juga dapat memuat nilai-nilai kearifan lokal, masyarakat setempat, terlebih lagi seperti di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menurut Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia Embang SE MSi mengatakan, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi hal penting untuk diimplementasikan, disetiap tingkat satuan pendidikan.

Terlebih di Kalteng, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal itu, harus berdasarkan filosopi ‘Huma Betang’. Dimana, di dalam filosopi ‘Huma Betang’ itu kan ‘Belom Bahadat’ (hidup beradat).

“Pendidikan karakter itu harus dimulai dari pendidikan usia dini (paud). Pendidikan karakter ini, sebaiknya dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan, dari satuan pendidikan paud hingga lulus SMA/SMK/SLBN sederajat,” kata Dr Andrie Elia Embang SE MSi, belum lama ini.

Dirinya juga menerangkan, kurikulum itu bisa dimasukan ke dalam, kurikulum muatan lokal. Dan, dalam kurikulum muatan lokal itu kan, bisa dimasukan konten-konten kearifan lokal, materi pengenalan budaya adat istiadat Kalteng.

Dirinya menyarankan, agar dalam mata pelajaran muatan lokal, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, dapat terus di muat. Hal ini, harapannya agar para peserta didik, dapat memiliki karakter dan budi pekerti, yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal Kalteng.(YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: