Sistem SIM RS Mulai Diberlakukan Juni 2018

Situasi antrian loket rawat jalan Rumah Sakit Doris Sylvanus Kota Palangka Raya Foto : Beritakalteng.com

 

BeritaKalteng, PALANGKA RAYA – Sudah seharusnya Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM RS), diterapkan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Melalui manajemen SIM RS, maka dapat mengatasi berbagai hambatan, dalam pelayanan kesehatan.

Manajemen SIM RS merupakan prosedur pemrosesan data, berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi, dan diintergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif.

Melalui penerapan manajemen mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya, akan membuat beberapa SOP baru, guna menunjang kelancaran penerapan sistem yang tertata dengan rapi dan baik.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, dr Rian Tangkudung menyampaikan, keberadaan SIM RS memang memiliki manfaat besar, saat ini di RSUD dr Doris Sylvanus telah menerapkan SIM RS, namun masih bersifat semi manual.

Kendati demikian, dipastikan pada bulan Juni 2018 ini, rumah sakit sudah melakukan penandatangan kontrak dengan pihak ketiga. Selanjutnya, pihak ketiga yang akan mempersiapkan segala sesuatunya.

“Ketika RSUD dr Doris Sylvanus, sudah menerapkan sistem SIM RS, maka akan sangat berdampak besar untuk pihak internal dan eksternal rumah sakit. Untuk pihak eksternal, khususnya masyarakat di Kalteng bisa mendapatkan manfaat, seperti ketika ingin mendaftar ke salah satu poli dan mengetahui ketersediaan ruangan” ujar Rian senin (26/02)

maka hanya dengan menggunakan smartphone, ujarnya, langsung bisa mendaftar ke poli tanpa harus datang langsung ke rumah sakit, dan antri mendaftar. Selanjutnya, masyarakatpun dapat mengetahui ketersediaan ruangan rawat inap yang ada di rumah sakit.

Laki-laki yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng ini menerangkan, sedangkan manfaat untuk pihak internal rumah sakit, yakni melalui pantauan sistem SIM RS yang selalu update di setiap waktunya,

maka dapat diketahui hal apa saja yang perlu dievaluasi oleh pihak internal manajemen, dan dokter umum maupun dokter spesialis, dapat mengetahui jumlah pelayanan dan tindakan medis yang dilakukannya.

Karena hal tersebut, akan berpengaruh langsung pada tunjangan honor pelayanan yang diberikan kepada masing-masing dokter.

“Harapannya, pada bulan Juni 2018 ini, maka sistem SIM RS dapat diterapkan secara menyeluruh. Kemudahan dalam hal informasi dan pelayanan kepada masyarakat, dapat terus diberikan oleh pihak  RSUD dr Doris Sylvanus,” tutup Direktur RSUD dr Doris Sylvanus. (dhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: