Terkait Rencana RSJS, Dewan Sarankan Pj Bupati Untuk Surati PBS

Foto : H. Raden Sudarto, SH.

Beritakalteng.com, BUNTOK – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto, menyarankan supaya Pj Bupati segera menerbitkan surat edaran kepada semua Perusahaan Besar Swasta (PBS) di wilayah setempat untuk membangun kerjasama dengan RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok.

Saran tersebut diutarakan Raden Sudarto menanggapi adanya rencana RSJS Buntok yang ingin menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui kerjasama dengan semua PBS yang beroperasi di wilayah setempat.

Diterangkannya, dikarenakan saat ini Barsel belum memiliki peraturan khusus mengenai hal tersebut, maka dia mengharapkan agar Pj Bupati, Lisda Arriyana segera mengambil kebijakan untuk membantu RSJS untuk mendorong semua PBS yang beroperasi di Barsel bisa segera membangun kerjasama dengan RSJS.

Apalagi, saat ini, ungkap dia lagi, akreditasi RSJS sudah meningkat dan memiliki fasilitas yang lengkap serta memenuhi syarat untuk menjadi rumah sakit rujukan.

“Kita menyarankan kalau bisa itu, surat edaran Bupati ke semua perusahaan supaya bisa kerjasama dengan RSJS,” saran dia, Senin (20/6/2022).

“Untuk meningkatkan PAD kita, RS kita ini kan juga (sudah menjadi) rumah sakit rujukan, kelasnya juga (sudah) memenuhi kalau itu memang digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti Medical Check Up (MCU) sudah memenuhi syarat mereka (RSJS) ini kan. Jadi kenapa (harus) ke (RS) lain?” imbuh pria yang akrab disapa Haji Alex ini menambahkan.

Hal tersebut, kata politisi PDI Perjuangan ini lagi, sangat perlu dilakukan untuk mendorong pemerintah dalam upaya meningkatkan PAD.

“Apalagi perusahaan mereka beroperasi di wilayah Barito Selatan, jadi kita minta mereka (ikut) berkewajiban untuk membantu daerah. Kita mengharapkan mereka bisa berkontribusi untuk daerah kita, karena mereka bekerja di sini, sama seperti (masalah) tenaga kerja lokal itu tadi,” tekankannya.

“Contohnya Perbup (penerimaan karyawan lokal) itu kan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah pengangguran di daerah dan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak-banyaknya,” contohkan Haji Alex lagi.

Sebelumnya, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Barsel ini, menceritakan bahwa pihaknya sudah pernah juga berkomunikasi soal ini dengan beberapa PBS yang ada di Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu.

Bahkan, cerita dia lagi, salah satu PBS tersebut, yakni PT. Multi Tambangjaya Utama (MUTU), pernah mengungkapkan berkeinginan untuk membangun kerjasama dengan pihak RSJS.

“Tapi karena tidak ketemu dalam beberapa kali rencana ingin berkomunikasi dengan pihak rumah sakit, sehingga membuat mereka bekerjasama dengan rumah sakit lainnya,” cerita Haji Alex.

Lanjutnya, hasil pertemuan dengan PT. MUTU tersebut sudah mereka sampaikan dengan direktur RSJS Buntok pada saat pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu.

“Memang pihak RSJS, direkturnya juga sudah berupaya, membuat surat (penawaran) supaya bisa bekerjasama (dengan pihak PBS),” tukasnya.

Foto : Tamarzam.

Di tempat yang sama, anggota komisi II DPRD Barsel, Tamarzam, menambahkan, bahwa untuk mendorong agar semua PBS ini mau bekerjasama dengan RSJS, pemkab harus terus mendorong peningkatan kualitas di RS itu sendiri. Baik itu pelayanan, ketersediaan fasilitas kesehatan dan juga sumber daya manusia yang ada.

“Kami minta agar Pemkab juga terus berupaya mendorong peningkatan kualitas di RSJS itu sendiri,” pintanya.

Hal ini, sambung pria yang akrab disapa Ake ini, bertujuan untuk memenuhi standar yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan-perusahaan tersebut.

“Sebab tidak mungkin perusahaan-perusahaan ini mau bekerjasama dengan kita, kalau fasilitas yang kita punya tidak sesuai dengan standar yang mereka butuhkan,” akhiri Ake menekankan.(Sebastian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: