Feature : Senyum Raudah di SPBU Jl. Diponegoro

 

Senyum manis dibalik masker terlihat jelas dari pancaran wajah Raudah ketika menyapa salah seorang konsumen yang mengisi bahan bakar minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Sabtu (16/10/2020).

Penulis : Arliandie – PALANGKA RAYA

Meski diselimuti awan medung dan hujan gerimis ketika itu, Senyum dari salah satu karyawan SPBU dijalan Diponegoro Kota Palangka Raya tersebut masih terlihat sama, ketika Udah sapaannya saat menggeserkan papan informasi yang bertuliskan “Saat Mengisi BBM, Matikan Mesin Kendaraan, Dilarang Menggunakan HP, Dilarang Merokok dan Memotret,” dari depan jalur pengisian mobil sembari menundukan kepala seolah-olah menginsyaratkan rasa ucapan terima kasih kepada konsumen yang sudah mengisi BBM.

“Selamat siang, ada yang bisa dibantu pak, kita mulai dari angka nol,” begitu sambutannya kepada konsumen yang hendak mengisi bbm.

Apa yang dilakukannya, membenarkan tag line pertamina yakni 3S. Pelayanan ramah sop pertamina bagi mitra kerjanya.

Mengenakan seragam khas pertamina, Raudah dengan sigap melakukan tugasnya. Tersirat, bahwa dirinya juga bisa menjadi icon pertamina yang dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap konsumen.

“Sudah selesai pak, terima kasih,” ucapnya mengakhiri layanannya.

Tidak hanya ramah, Raudah juga bisa tegas kepada konsumen yang melanggar protokol berlaku di SPBU. Kebetulan saat itu, ada pengendara sepeda motor melakukan pengisian bensin sambil mengoperaikan handphonenya.

Melihat itu, Raudah, wanita berjilbab hitam tesebut mengambil tindakan tegas namun humanis. “Mohon maaf, tolong jangan menggunakan handphone saat pengisian,” tegurnya sembari menunjukan papan informasi atau peringatan.

Itulah yang dilakukan Raudah dalam memberikan rasa dan nyaman kepada konsumen yang merupakan suatu hal paling utama dilakukan pihak manjemen SPBU 64.731.009 di Jl. Diponegoro Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.

Rasa aman dan nyaman tersebut tidak hanya dirasakan konsumen saja, melainkan juga memberikan rasa yang sama terhadap karyawan maupun pihak manajemen selama jam oprasional.

“Sejak awal beroprasional, tepatnya 1 (satu) tahun yang lalu. Kita sudah menerapkan Salam, Senyum, Sapa ke seluruh karyawan kita ketika melayani masyarakat atau konsumen,” kata Sapriani dari bidang pengawasan.

Dirinya menjelaskan, kejadian konsumen tidak mematikan mesin ketika pengisian bbm kadang terjadi. Sehingga untuk memberikan imbauan sekaligus memberikan kenyamanan dan keselamatan bersama, papan informasi diletakan persis didepan mobil, sehingga terlihat jelas oleh konsumen.

“ada tiga jalur pengisian untuk mobil, jadi papan informasin kita sedikan dimasing-masing jalur pengisian. Setelah selesai pengisian operator akan mengangkat kembali papan informasinya,” paparnya.

Dirinya mengaku sejauh ini, belum ada konsumen yang meras keberatan dalam penerapan protokol keamanan tersebut.

Pak Novri yang merupakan salah satu warga asal Kabupaten Barito Timur ini ketika diwawancarai usai melakukan pengisian bbm di mobil avanza berwara hitam yang dia bawa itu menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa keberatan dengan adanya penerapan aturan dari pihak SPBU.

“malah bagus ini mas, kan tujuannyan untuk menjaga keselamatan baik saya sendiri, karyawan atau warga yang juga mengisi BBM di SPBU ini,” kata Novri

Ditambah lagi, ketika papan informasi atau peringatan tersebut, diletakan persis di depan mobil waktu pengisian, sehingga pengguna kendaraan khsusunya mobil bisa melihat secara jelas informasi yang disampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: