Beritakalteng.com, BUNTOK – Pemadaman listrik bergilir yang masih saja diberlakukan hingga tidak adanya kompensasi kepada pelanggan oleh PT PLN Persero, berpotensi sebabkan kerugian ratusan miliar hingga triliunan rupiah.
Hingga pertengahan bulan September 2026, PLN regional Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tetap memberlakukan pemadaman listrik bergiliran. Pelanggan terdampak belum juga mendapatkan kompensasi sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).
Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan kerugian bagi pelanggan dan berpotensi menimbulkan dugaan korupsi ratusan miliar hingga triliunan rupiah.
Sebab, berdasarkan data sampai dengan pertengahan tahun 2026 jumlah pelanggan PLN di Kalsel-Teng mencapai 2,59 juta, dengan mayoritas pelanggan adalah dari sektor rumah tangga.
Padahal, sebagaimana diatur di dalam TMP, PLN wajib memberikan kompensasi kepada pelanggan dengan rincian lebih dari 2 hingga 4 jam: 75 persen, lebih dari 4 hingga 8 jam: 100 persen, lebih dari 8 hingga 16 jam: 200 persen, lebih dari 16 hingga 40 jam: 300 persen dan lebih dari 40 jam: 500 persen.
Dilansir dari Tempo.co, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi mengatakan konsumen yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik bergilir dapat mengajukan gugatan perdata dengan dasar Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Gugatan dapat diajukan secara perseorangan ataupun melalui mekanisme class action atau gugatan perwakilan kelompok.
Pada 2019 PLN bisa berlindung di balik force majeure, kali ini tameng itu tidak bisa digunakan lagi. Krisis listrik pada Juni-September 2026 di Kalsel-Teng berakar pada salah urus (mismanagement) dan kegagalan mengamankan komitmen pembangkit swasta (IPP). Ini bukan bencana alam atau gangguan teknis tak terduga, melainkan kelalaian birokrasi korporasi.
Menanggapi hal ini, Kepala PLN ULP Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Vivin Aprianor menerangkan bahwa kondisi terkini pasokan sistem kelistrikan Kalimantan mengalami penurun keandalan akibat gangguan pada sejumlah pembangkit, antara lain PLTU Cahaya Fajar Kaltim (Kutai Kartanegara), PLTU Kaltim Prima Coal (Kutai Timur), PLTU Teluk (Balikpapan), PLTMG Bangkanai.
Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik belum optimal. PLN bekerja maksimal mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Pembangkit yang terdampak diproyeksikan masuk kembali ke sistem secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026.
Selain pemulihan pembangkit utama, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan sejumlah pembangkit sewa, yaitu: Pembangkit Batulicin (10 MW), Pembangkit sewa tahap 1 (total daya 158 MW), Pembangkit sewa tahap 2 (total daya 120 MW).
Mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman, PLN tetap berkomitmen melaksanakannya sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
Saat ini PLN sedang melakukan pengolahan, perhitungan, dan verifikasi data pelanggan terdampak. Karena mencakup sebagian besar wilayah Kalsel-Teng, proses ini dilakukan secara cermat agar seluruh perhitungan kompensasi tepat sasaran dan sesuai regulasi.
“Untuk pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap seiring koordinasi intensif yang terus kami lakukan bersama Kementerian ESDM,” terang dia via pesan singkat, Senin (14/9/2026).
“Saya selaku Manager ULP Buntok beserta seluruh jajaran memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan Bapak, Ibu, dan seluruh warga Barito Selatan akibat kendala kelistrikan saat ini. Kami sangat memahami betapa berharganya kelancaran pasokan listrik bagi aktivitas kita sehari-hari,” tutur Vivin menambahkan.
Saat ini, seluruh tim di lapangan terus berjuang dan bekerja keras untuk mempercepat pemulihan keandalan sistem kelistrikan kita. Kami juga memohon dukungan dari Bapak/Ibu sekalian untuk bersama-sama menggunakan listrik secara bijak, terutama pada masa beban puncak.
Informasi perkembangan terkini mengenai kondisi kelistrikan akan terus kami perbarui secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, dan kanal komunikasi resmi PLN. Terima kasih banyak atas pengertian, kesabaran, dan dukungan yang tak terhingga dari seluruh warga Barito Selatan.
BeritaKalteng.Com Bersama Membangun Kalimantan Tengah